Desa Terkini, Jepang – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai melakukan evaluasi atas capaian kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah sejumlah hasil pertandingan belum sesuai dengan target yang disepakati bersama cabang olahraga (cabor).
Memasuki hari kelima Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi satu medali perak dan delapan medali perunggu. Salah satu hasil yang menjadi perhatian adalah dari cabang olahraga wushu yang sebelumnya ditargetkan menyumbangkan medali emas.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan, target medali Indonesia tidak ditetapkan secara sepihak oleh Kemenpora. Target tersebut merupakan hasil pembahasan bersama pimpinan cabor sebelum kontingen berangkat ke Jepang.
“Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama. Jadi target ini bukan dibuat sepihak oleh Kemenpora, tetapi merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama. Karena itu, selama pertandingan berlangsung, kita juga harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai dengan target yang sudah kita sepakati,” ujar Menpora Erick.
Target Wushu Belum Tercapai
Salah satu capaian yang belum sesuai proyeksi terjadi pada wushu. Indonesia sebelumnya menargetkan medali emas dari nomor taolu changquan putra, namun hasil pertandingan berakhir dengan perolehan medali perunggu.
“Untuk Wushu, targetnya memang emas. Hari ini yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal,” kata Menpora Erick.
Erick mengatakan hasil tersebut menjadi bagian dari evaluasi bersama pimpinan cabor. Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan capaian di lapangan belum sesuai dengan proyeksi awal sekaligus menentukan langkah perbaikan.
“Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Target menjadi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur,” tegas Menpora Erick.
Kemenpora selanjutnya akan terus memantau pertandingan yang masih berlangsung dan berkoordinasi dengan pimpinan cabor untuk mengoptimalkan peluang medali Indonesia.
Erick juga meminta seluruh kontingen tetap fokus hingga pertandingan terakhir.
“Perjalanan Asian Games masih panjang. Kita tidak boleh berhenti. Yang paling penting sekarang kita terus dukung atlet yang bertanding, kita apresiasi perjuangan atlet. Sambil juga kita evaluasi apa yang belum sesuai, dan kita terus bergerak bersama sampai akhir Asian Games, sehingga kita pastikan setiap pertandingan diperjuangkan dengan maksimal untuk Merah Putih,” tambahnya.
Target Empat Emas Tetap Dipertahankan
Meski terdapat target yang belum tercapai, Kemenpora masih menetapkan target empat medali emas untuk kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Target tersebut menjadi acuan Kemenpora bersama NOC Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan pimpinan cabang olahraga dalam memantau capaian kontingen selama pertandingan berlangsung.
“Kemenpora tetap menargetkan empat medali emas kepada NOC Indonesia, CdM, dan para pimpinan cabang olahraga. Karena itu, meskipun ada target yang belum tercapai, kita tidak boleh kehilangan fokus. Kita akan terus melakukan evaluasi, memperkuat koordinasi dengan cabor, dan mengoptimalkan setiap peluang medali yang masih ada sampai pertandingan terakhir,” pungkas Menpora Erick.
Reporter : Bayu


