Desa Terkini, Sidrap – Tujuh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan komitmen mendukung rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) regional dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Perencanaan PSEL Regional yang dipimpin Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif di Ruang Rapat Bupati, Kompleks SKPD Sidrap, Senin 28 September 2026.
Tujuh daerah yang terlibat yakni Kota Parepare serta Kabupaten Sidrap, Pinrang, Soppeng, Enrekang, Wajo, dan Barru.
Rencana fasilitas PSEL tersebut sebelumnya telah ditinjau investor dan diarahkan untuk dikembangkan di Kabupaten Sidrap. Konsepnya menggunakan sampah dari sejumlah daerah sebagai bahan baku pembangkit listrik.
Bahan baku tidak hanya berasal dari sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari. Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan memanfaatkan timbunan sampah yang saat ini masih tersimpan di tempat pemrosesan akhir (TPA) masing-masing daerah.
Sampah dari daerah-daerah tersebut nantinya dikumpulkan dan diangkut menuju fasilitas PSEL untuk diolah menjadi energi listrik.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, rencana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menangani persoalan sampah secara bersama-sama antardaerah.
“Ini sangat bagus untuk kita semuanya. Dari sisi lingkungan, daerah kita menjadi lebih bersih karena sampah setiap hari tidak lagi menumpuk,” ujar Syaharuddin.
Menurut Syaharuddin, keberadaan timbunan sampah di TPA juga dapat menjadi salah satu sumber bahan baku untuk menjaga pasokan sampah menuju fasilitas PSEL.
“Stok sampah yang ada di TPA bisa kita ambil untuk memenuhi kebutuhan harian sampah yang akan dibawa ke pembangkit listrik tenaga sampah,” jelasnya.
Dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton per hari, kebutuhan pasokan sampah menjadi salah satu aspek penting yang harus dihitung dalam perencanaan proyek tersebut.
Karena itu, rapat tersebut turut membahas potensi volume sampah dari masing-masing daerah serta kontribusi yang dapat diberikan untuk memenuhi kapasitas pengolahan PSEL regional.
Kepala Pusdal Sulawesi-Maluku Azri Rasul memberikan penjelasan mengenai kebutuhan bahan baku, potensi timbulan sampah dari masing-masing daerah, hingga kebutuhan pembiayaan dalam pelaksanaan rencana tersebut.
Syaharuddin mengatakan dukungan tujuh pemerintah daerah menjadi tahap awal untuk membangun sistem pengelolaan sampah secara regional. Menurut dia, cakupan daerah yang terlibat masih terbuka untuk diperluas.
“Intinya, tujuh kabupaten ini sangat setuju dengan adanya program ini dan akan dikembangkan ke kabupaten-kabupaten lainnya,” katanya.
Dalam rapat tersebut turut hadir Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, para kepala DLH dari daerah yang terlibat, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, serta sejumlah pejabat terkait.
Hasil pembahasan dan komitmen pemerintah daerah selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur Sulawesi Selatan dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Tahap berikutnya akan membahas aspek teknis proyek bersama investor, termasuk mekanisme pengumpulan dan pengangkutan sampah, volume pasokan dari setiap daerah, serta pola pengelolaan sampah untuk memenuhi kebutuhan fasilitas PSEL regional.


