28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Kebakaran Hutan Pinus Malino, Taufik Surullah Minta Armada Damkar Ditambah

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Gowa – Kebakaran melanda kawasan hutan pinus di Kecamatan Tinggimoncong, Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu 19 Agustus 2026 sekitar pukul 17.40 WITA.

Lokasi kebakaran disebut berada sekitar 100 meter dari permukiman warga. Peristiwa tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua (Waka) DPRD Gowa sekaligus Ketua DPD PAN Gowa, Taufik Surullah.

Taufik meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memperkuat kesiapan menghadapi potensi kebakaran, salah satunya dengan mempertimbangkan penambahan armada pemadam kebakaran (Damkar).

Menurutnya, kebutuhan armada tambahan penting, terutama untuk wilayah pegunungan seperti Malino yang memiliki karakter geografis dan akses tertentu yang dapat menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran.

“Peristiwa kebakaran seperti ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kita perlu memperkuat kesiapsiagaan, termasuk menambah armada pemadam kebakaran agar respons terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan lebih cepat, terutama di wilayah pegunungan dan kawasan yang sulit dijangkau,” ujar Taufik.

Baca juga:  Kebijakan Husniah Nonaktifkan Pejabat Dipersoalkan, DPRD Gowa "Ngadu" ke BKN

Selain memperkuat sarana dan prasarana, Taufik yang juga legislator dari daerah pemilihan (dapil) Gowa 1 meliputi Kecamatan Somba Opu itu menilai pencegahan kebakaran perlu menjadi perhatian bersama. Kondisi cuaca panas yang berlangsung dalam waktu cukup lama dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan hingga permukiman.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk saat membuka maupun membersihkan lahan.

Taufik juga meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan peralatan dan instalasi listrik yang tidak digunakan telah dimatikan dan berada dalam kondisi aman.

“Jangan membakar sembarangan saat membuka atau membersihkan lahan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Instalasi listrik yang sudah tidak digunakan juga harus diperhatikan dan dimatikan. Jika melihat percikan api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada pemerintah atau petugas agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar,” tegasnya.

Baca juga:  UMP 2027 Mengacu UU Baru, Menaker Ungkap Skema Penetapan Upah

Ia turut mendorong pemerintah di tingkat kelurahan dan desa meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Upaya tersebut, kata dia, perlu melibatkan unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT hingga RW.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan masyarakat. Lurah, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT dan RW harus bersama-sama mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Taufik menilai kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak kebakaran. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu memastikan kesiapan armada, personel, peralatan, serta mekanisme respons cepat di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Ia mengingatkan agar langkah antisipasi dilakukan sebelum terjadi kebakaran dalam skala besar.

“Jangan menunggu terjadi kebakaran besar baru kita bergerak. Pemerintah harus hadir dengan kesiapan sarana, sementara masyarakat menjadi garda terdepan dalam pencegahan. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk meminimalkan risiko kebakaran,” pungkasnya.

Baca juga:  Bantuan Pangan 33,24 Juta Penerima Berbasis Data Terbaru, Gowa Kebagian 2.213 Ton Beras

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer