Desa Terkini, Makassar – Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan (Sulsel) memasang target besar menghadapi Pemilu 2029. Setelah kehilangan kursi pimpinan DPRD Sulsel, partai tersebut membidik sedikitnya 10 kursi di DPRD Sulsel sekaligus meningkatkan perolehan kursi DPR RI dari tiga menjadi lima.
Target itu disampaikan Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi usai dilantik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama jajaran pengurus DPW dan DPD PAN 24 kabupaten/kota se-Sulsel di Hotel Claro Makassar, Rabu 7 Oktober 2026.
Kahfi mengakui perolehan kursi PAN di DPRD Sulsel mengalami penurunan. Karena itu, mengembalikan posisi partai di jajaran pimpinan DPRD Sulsel menjadi salah satu fokus kepemimpinannya.
“Demikian pula di provinsi, ini yang menjadi fokus saya, jujur bahwa di provinsi kita mengalami penurunan dan ini menjadi fokus dan tanggung jawab saya. Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa tapi inilah mungkin kekurangan saya selama saya memimpin Partai Amanat Nasional,” kata Kahfi.
Untuk merebut kembali posisi tersebut, PAN Sulsel menargetkan minimal 10 kursi DPRD Sulsel pada Pemilu 2029 yang tersebar di 11 daerah pemilihan.
“Saya pernah menjadi pimpinan DPRD kemudian setelah saya ke Senayan pimpinan kursi ini lepas, makanya kita harus terus insyaallah ini akan saya fokus menghadirkan kursi kembali minimal 10 kursi di 11 dapil DPRD Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Target serupa juga dipasang untuk DPR RI. PAN Sulsel saat ini memiliki tiga kursi DPR RI dan ingin menambah dua kursi pada Pemilu 2029.
Kahfi membidik lima kursi dengan pembagian target dua kursi dari Dapil Sulsel I, dua kursi dari Dapil Sulsel II, dan satu kursi dari Dapil Sulsel III.
“PAN di Sulsel untuk DPR RI kita memiliki 3 kursi, saya yakin untuk insyaallah ke depan kami bukan hanya menargetkan tapi ini kita harus di Sulawesi Selatan kita bisa mendapatkan 5 kursi dengan perhitungan dua kursi di Dapil 1, dua kursi di Dapil 2 dan satu kursi di Dapil 3,” katanya.
Kahfi menilai Dapil Sulsel II memiliki peluang untuk menyumbang dua kursi. Ia menyebut keberadaan kader yang menjabat sebagai kepala daerah menjadi salah satu modal politik PAN.
“Masa Dapil 2 enggak bisa dapat dua kursi, kita punya bupati di sana, Bupati Maros, kita punya wakil bupati di Bulukumba,” tuturnya.
Selain mempertahankan kader yang ada, Kahfi menyebut PAN Sulsel juga mendapat tambahan sejumlah figur baru. Mereka berasal dari berbagai latar belakang politik, termasuk sejumlah pimpinan partai politik serta Wakil Wali Kota Parepare Hermanto yang kini dipercaya menjadi Ketua DPD PAN Parepare.
Menurut Kahfi, masuknya figur-figur baru tersebut menjadi salah satu modal menghadapi Pemilu 2029.
“Yang kedua saya ingin melaporkan juga ketum bahwa alhamdulillah kita menyaksikan tadi begitu banyak wajah-wajah baru yang telah dilantik yang bergabung di Partai Amanat Nasional,” katanya.
Sebelum memasang target elektoral tersebut, Kahfi menyatakan konsolidasi struktur PAN di 24 kabupaten/kota se-Sulsel telah dituntaskan. Setelah pelantikan, konsolidasi akan diarahkan ke tingkat ranting dan desa.
“Dari 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan kami telah menyelesaikan konsolidasinya, kami sudah tuntaskan. Insyaallah pasca pelantikan ini kami akan menindaklanjuti untuk membenahi infrastruktur partai di tingkat ranting dan desa,” ujarnya.
Reporter : Andi Alfath


