34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Rehabilitasi Irigasi Rp500 Miliar di Sulsel Bidik Peningkatan IP 300

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Rehabilitasi jaringan irigasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) ditargetkan meningkatkan frekuensi tanam petani hingga tiga kali dalam setahun. Melalui program Multi Years Project (MYP) 2025–2027, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggarap jaringan irigasi yang menopang sekitar 54.000 hektare lahan persawahan.

Program senilai total Rp500 miliar tersebut dibagi menjadi empat paket pekerjaan. Fokusnya tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan pasokan air menjangkau lahan pertanian hingga bagian terjauh saluran irigasi.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Karena itu, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, progres rehabilitasi irigasi terus berjalan. Kita ingin memastikan jaringan irigasi yang menjadi penopang lahan pertanian dapat berfungsi dengan baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh petani,” kata Andi Sudirman.

Baca juga:  Mengenal Tradisi Mabbaje dan Majjala, Cara Warga Bone Menjaga Sungai

Salah satu pekerjaan yang sedang berjalan adalah Paket 4 dengan nilai anggaran sekitar Rp120 miliar. Paket ini mencakup delapan daerah irigasi yang tersebar di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Dua di antaranya adalah Daerah Irigasi (DI) Kuri-Kuri Kasambi di Kabupaten Luwu Utara dengan luas layanan sekitar 887 hektare dan DI Lengkong Pini di Kabupaten Luwu yang melayani sekitar 728 hektare lahan.

Target Tingkatkan Indeks Pertanaman hingga 300

Salah satu sasaran utama rehabilitasi tersebut adalah meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Pemerintah menargetkan lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami sekali dalam setahun atau IP 100, meningkat menjadi IP 300 atau tiga kali musim tanam.

Baca juga:  Udara Makassar dan Sekitarnya Kategori Kurang Sehat, Gubernur Imbau Warga Sesuaikan Aktivitas

Andi Sudirman mengatakan, keberhasilan proyek irigasi tidak cukup diukur dari penyelesaian konstruksi. Infrastruktur tersebut harus mampu memastikan air mengalir hingga ke lahan persawahan dan mendorong peningkatan produksi petani.

“Kita terus kawal pengerjaannya. Infrastruktur irigasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana air bisa sampai ke lahan-lahan pertanian dan mempercepat akselerasi produksi yang tadinya IP 100 menjadi IP 300,” ujarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA CKTR) Sulsel, Astina Abbas, menjelaskan empat paket pekerjaan MYP dibagi berdasarkan wilayah sungai dan sebaran daerah irigasi.

” itu dikerjakan dan dibagi berdasarkan wilayah sungai, daerah irigasinya,” kata Astina.

Ia menyebut proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027. Peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan serta mengoptimalkan pelayanan air bagi areal persawahan, khususnya pada daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel.

Baca juga:  Gaji PPPK Daerah Dialihkan ke APBN 2027, Andi Sudirman: Ringankan Beban Fiskal

Pekerjaan tersebut diarahkan agar distribusi air dapat menjangkau hingga ujung saluran sekunder terjauh. Pelaksanaannya melibatkan konsultan manajemen konstruksi serta kontraktor terintegrasi dengan skema rancang dan bangun.

Astina mengatakan, optimalisasi layanan irigasi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung pencapaian swasembada pangan.

“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah optimalnya pelayanan irigasi pada daerah irigasi kewenangan pemerintah provinsi dalam rangka mewujudkan swasembada pangan,” tutupnya.

Reporter : Muchtasim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer