33 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

Mengenal Tradisi Mabbaje dan Majjala, Cara Warga Bone Menjaga Sungai

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Bone – Masyarakat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memiliki tradisi unik yang berkaitan erat dengan kehidupan sungai. Tradisi tersebut dikenal dengan Mabbaje dan Majjala, dua aktivitas turun-temurun yang hingga kini masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat.

Mabbaje merupakan kegiatan mencari kerang sungai atau baje’ yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Sementara Majjala adalah aktivitas menangkap ikan menggunakan jala atau jaring yang dilemparkan ke sungai.

Kedua tradisi tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang memanfaatkan sungai sebagai sumber pangan sekaligus ruang interaksi sosial.

Tradisi Mabbaje dan Majjala kembali menjadi bagian dari pesta rakyat yang digelar di Sungai Lompong Monang, Dusun Bulu Kasa 2, Desa Waekeccee, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Rabu 14 Oktober 2026.

Baca juga:  Tim Pengabdian Unhas Bantu BUMDes Tea Malala Produksi Tepung Sukun Berkualitas

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Andi Asman mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan tradisi daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah Kabupaten Bone berharap kekayaan budaya lokal tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan serta mendukung pelestarian kearifan lokal sebagai bagian dari identitas Kabupaten Bone,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima desaterkini.id

Menurutnya, pesta rakyat juga dapat menjadi ruang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Baca juga:  MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Isu Dukungan terhadap Israel

Tradisi Mabbaje dan Majjala tidak hanya memperlihatkan cara masyarakat memanfaatkan kekayaan sungai. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempertemukan warga dalam suasana kebersamaan.

Selain membahas pelestarian budaya, Bupati Bone turut menyoroti pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Ia mengimbau para orang tua agar memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Pemerintah Kabupaten Bone juga terus mendorong perluasan akses pendidikan, salah satunya melalui dukungan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kelurahan Bajoe.

Andi Asman juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Menyikapi kondisi kualitas udara yang kurang baik, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas, khususnya di luar ruangan.

Baca juga:  Mengenal Kampung Redam, Dorong Desa Sadar HAM dan Cegah Konflik Sosial yang Akan Dibentuk di Sulsel

“Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas, khususnya di luar ruangan, sebagai langkah menjaga kesehatan,” jelasnya.

Pesta rakyat tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bone, Camat Lappariaja, Kapolsek, Danramil, para kepala UPT se-Kecamatan Lappariaja, para kepala desa, ketua dan anggota kelompok tani, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap tradisi Mabbaje dan Majjala tetap dikenal oleh generasi muda dan tidak hilang di tengah perubahan zaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer