34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Banyak Mengungsi Mandiri, Wagub NTT Minta Desa Aktif Data Warga Terdampak Gempa

Wajib Dibaca

Desa Terkini, NTT – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meminta pemerintah desa (pemdes) aktif mengidentifikasi dan melaporkan warga terdampak gempa yang hingga kini belum menerima bantuan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bantuan menjangkau seluruh masyarakat terdampak, termasuk warga yang memilih mengungsi secara mandiri di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Johni mengatakan, pengungsian mandiri menjadi salah satu kendala dalam proses distribusi bantuan. Sebab, warga tidak seluruhnya terkonsentrasi di lokasi pengungsian umum. Sebagian memilih bertahan di sekitar rumah, kantor, maupun lahan milik mereka.

“Yang belum mendapat bantuan ini melapor kepada kepala desa, kepala desa kepada kabupaten agar bisa segera didorong bantuannya,” ujar Johni Asadoma di Labuan Bajo, Kamis 20 Agustus 2026.

Baca juga:  Gempa NTT Berdampak ke Selayar, 13 Rumah Rusak dan 3 Perahu Hancur, Ratusan Mengungsi

Menurut Johni, pemerintah desa dan kecamatan memiliki posisi strategis dalam memastikan warga terdampak terdata. Aparat di tingkat tersebut dinilai lebih mengetahui keberadaan masyarakat, termasuk mereka yang berada di titik-titik terpencil.

Data dari desa dan kecamatan selanjutnya dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengarahkan bantuan ke lokasi yang masih membutuhkan.

Persoalan akses turut menjadi tantangan. Sejumlah titik pengungsian mandiri berada di kawasan perbukitan dan lembah dengan kondisi jalan yang terbatas. Situasi tersebut membuat distribusi bantuan ke lokasi terpencil tidak semudah pengiriman ke tempat pengungsian yang terpusat.

Karena itu, Johni meminta jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat. Pemerintah, kata dia, harus proaktif mendatangi dan mengidentifikasi titik-titik yang terdampak.

Baca juga:  Desa Wisata Wae NTT Lolos Jadi Lokasi Program TV Prancis, Pekín Express Musim 23,

“Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif dari kabupaten dan juga dari kecamatan, dari desa. Tahu titik-titik bencana yang jauh dari pengungsian. Mereka harus proaktif melaporkan,” katanya.

Sementara itu, upaya menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat juga dilakukan menggunakan helikopter.

Koordinator Posko Aju Satu Labuan Bajo, Mayjen (Pur) Luthfie Beta mengatakan, dalam lima hari terakhir pihaknya mengoptimalkan penggunaan helikopter untuk menjangkau sejumlah titik yang dilaporkan membutuhkan bantuan.

“Semaksimal mungkin heli bisa masuk ke titik-titik yang disampaikan tadi, terutama untuk pemberian makanan,” katanya.

Luthfie menyebut pada Kamis direncanakan tiga sorti penerbangan untuk mendukung penanganan di sejumlah lokasi terdampak. Namun, penggunaan helikopter tetap diprioritaskan untuk kebutuhan evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan segera.

Baca juga:  BNPB : Korban Gempa NTT Capai 75 Orang, Pengungsi Tembus 92 Ribu Jiwa

“Untuk penggunaan dari pesawat-pesawat, terutama heli yang bisa masuk ke titik-titik yang paling sulit, diutamakan memang untuk evakuasi,” katanya.

Kolaborasi pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi bersama unsur penanganan bencana menjadi penting untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang luput dari penanganan.

Pelaporan aktif dari tingkat desa diharapkan dapat membantu pemerintah memetakan lokasi yang belum terjangkau sekaligus mempercepat distribusi bantuan maupun evakuasi bagi warga yang membutuhkan.

Reporter : Ivan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer