34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Kades Tellulimpoe Sinjai: Naik Kuda ke Kantor Lebih Hemat, Cuma Beli Dedak Rp50 Ribu

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Sinjai – Kepala Desa (Kades) Tellulimpoe, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Muh Amin Maddi, memilih menunggangi kuda untuk berangkat ke kantor desa. Kebiasaan itu dilakukan setelah ia sempat kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Dalam video yang diterima desaterkini.id, Muh Amin terlihat menunggangi seekor kuda menuju Kantor Desa Tellulimpoe. Mengenakan topi dan kacamata, ia tampak seperti seorang koboi saat melintas di jalan desa.

Muh Amin mengatakan, dirinya telah menggunakan kuda sebagai alat transportasi menuju kantor desa selama lebih dari satu bulan.

“Artinya sudah baru satu bulan lebih. Waktu langka-langka, anu langka, semenjak langka BBM. Saya memilih naik kuda karena mobilku boros sekali makan bensin,” kata Muh Amin.

Baca juga:  Bupati Barru Tekankan RPJMDes Jadi Peta Jalan Pembangunan Desa Delapan Tahun

Jarak rumah Muh Amin ke kantor desa sekitar empat kilometer. Artinya, perjalanan pulang-pergi mencapai sekitar delapan kilometer.

Menurut Muh Amin, kendaraan miliknya dapat menghabiskan hingga lima liter bensin untuk perjalanan tersebut. Kondisi itu membuatnya memilih menggunakan kuda untuk menghemat pengeluaran.

“Jadi saya bilang, ‘Ah, lebih hemat-hemat ini kalau pakai kuda ke kantor.’ Karena kantor kan 4 kilo dari rumah,” ujarnya.

Ia mengatakan kuda yang ditungganginya merupakan hewan peliharaannya sendiri. Muh Amin memiliki tiga ekor kuda.

“Tiga, tiga ekor,” katanya.

Pengeluaran Lebih Hemat

Muh Amin mengaku penggunaan kuda membuat biaya transportasinya lebih hemat. Ia hanya perlu menyediakan rumput serta dedak untuk pakan kudanya.

Baca juga:  Angin Segar bagi Pengguna Internet, MK Larang Operator Hapus Sisa Kuota Sepihak

“Iya, menghemat pengeluaran. Karena kudaku dikasih rumput saja, dan paling dibelikan dedak Rp50.000 satu karung tiap minggu, bisa mi makan,” ujar Muh Amin.

Meski awalnya memilih kuda karena kondisi BBM yang sulit, Muh Amin mengatakan penggunaan kuda bukan semata-mata karena kelangkaan bahan bakar.

Ia mengaku memang telah memiliki hobi berkuda sejak sebelum menjabat sebagai kepala desa, termasuk mengikuti perlombaan.

“Iya, memang saya itu hobi dari dulu sebelum saya jadi Kepala Desa. Memang hobi naik-naik kuda, ikut lomba-lomba kuda,” katanya.

Muh Amin juga menyebut kondisi BBM kini telah membaik. Namun, kebiasaan berkuda tetap dilakukannya karena merupakan bagian dari hobinya.

“Banyak yang komentari bilang ‘langka BBM’, padahal BBM sudah bagus mi, cuma hobi-hobiku saja itu begitu,” tuturnya.

Baca juga:  Tak Hanya Syarat Pendidikan, Cakades di Maros Harus Lulus Tes Baca Tulis Al-Qur'an

Kebiasaan Muh Amin menunggangi kuda menuju kantor desa pun menarik perhatian warga. Ia mengatakan banyak warga yang penasaran melihatnya menggunakan kuda sebagai kendaraan sehari-hari.

“Penasaran semua itu biar di desa-desa lain, karena kan baru sekarang ada langka, artinya langka baru ada naik kuda. Jadi banyak yang penasaran,” katanya.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer