28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Jurus PLN UID Sulselrabar Mitigasi Kekeringan di PLTA Pakai Modifikasi Cuaca

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – PT PLN (Persero) memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau dengan melaksanakan dan menyiapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sejumlah wilayah yang menjadi sumber air bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan debit air yang menjadi faktor penting dalam operasional PLTA, termasuk PLTA Malea di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan PLTA Bakaru di Sulawesi Barat (Sulbar)

Pelaksanaan TMC melibatkan PLN, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah (Pemda)

Kepala BPBD Sulawesi Tengah (Sulteng), Darma Metusela, mengatakan pemerintah daerah terlibat dalam sejumlah tahapan pelaksanaan, mulai dari survei hingga eksekusi di lapangan.

“Proses koordinasi yang kami lakukan sangat komprehensif. Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei, pengkajian lokasi sasaran, hingga pelaksanaan eksekusi di lapangan agar operasi TMC dapat berjalan optimal,” ujar Darma.

Baca juga:  Pascagempa, PLN Pulihkan 98,3 Persen Sistem Kelistrikan Flores

Di Sulteng, kegiatan penyemaian awan telah dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Meko dan Tokilo pada 20 September 2026. Pelaksanaan operasi disesuaikan dengan hasil observasi kondisi atmosfer untuk meningkatkan peluang terbentuknya hujan.

PLTA Malea Bergantung pada Debit Sungai Saddang

Di Sulsel, pengamanan ketersediaan air dilakukan untuk mendukung operasional PLTA Malea yang memiliki kapasitas 90 megawatt (MW).

PLTA tersebut bergantung pada ketersediaan debit air dari Sungai Saddang. Karena itu, pelaksanaan TMC diarahkan ke daerah tangkapan air atau catchment area sungai tersebut selama periode Agustus hingga September 2026.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sebelumnya juga telah meminta dukungan BMKG untuk pelaksanaan TMC guna mendukung ketersediaan air bagi operasional pembangkit.

Baca juga:  Qodari Ungkap Tiga Strategi Perluas Akses Listrik hingga Desa Terpencil

Sementara itu, PLN masih mematangkan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa untuk mendukung PLTA Bakaru yang memiliki kapasitas 126 MW.

Pelaksanaan OMC di wilayah tersebut direncanakan menggunakan pesawat nirawak atau drone. Dua lokasi yang disiapkan sebagai titik operasional adalah Bandara Sumarorong dan Puncak Pasir berdasarkan kajian kelayakan BMKG.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah mitigasi yang dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi pembangkit di tengah musim kemarau.

“Teknologi Modifikasi Cuaca ini adalah bentuk ikhtiar nyata dalam mitigasi yang kami lakukan bersama Pemda dan BMKG untuk menjaga dan memulihkan debit air di sejumlah lokasi strategis, seperti PLTA Malea dan PLTA Bakaru. Kami berharap upaya ini dapat memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tetap terjaga, meskipun musim kemarau berlangsung panjang,” ujar Edyansyah.

Baca juga:  Bertandang ke Kantor Gubernur, DPRD Gowa Segera Proses Pengangkatan Darmawangsyah Muin Jadi Bupati Definitif

PLN menyatakan koordinasi dengan BMKG, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait akan terus dilakukan untuk menyesuaikan pelaksanaan modifikasi cuaca dengan kondisi atmosfer dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer