23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Qodari Ungkap Tiga Strategi Perluas Akses Listrik hingga Desa Terpencil

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama untuk memperluas akses listrik hingga menjangkau desa-desa terpencil sebagai bagian dari upaya mencapai rasio elektrifikasi nasional mendekati 100 persen pada 2029.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan target tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.

“Strategi pencapaiannya dilakukan melalui tiga pendekatan,” ujar Qodari dalam konferensi pers, Kamis 2 Juli 2026.

Strategi pertama dilakukan dengan memperluas jaringan listrik ke wilayah yang berada di sekitar jaringan PT PLN (Persero) yang telah tersedia sehingga masyarakat di kawasan tersebut dapat segera memperoleh akses listrik.

Langkah kedua adalah pembangunan mini grid yang memanfaatkan potensi energi lokal, termasuk energi baru terbarukan (EBT). Skema ini diprioritaskan untuk melayani permukiman komunal di wilayah terpencil maupun kawasan kepulauan yang belum terjangkau jaringan utama.

Baca juga:  Kalla Logistics Tingkatkan Kompetensi Driver Lewat Pelatihan dan Sertifikasi Rutin

Sementara itu, strategi ketiga difokuskan pada penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) individual yang dilengkapi baterai. Solusi ini diperuntukkan bagi permukiman yang tersebar dan dinilai tidak ekonomis apabila dihubungkan dengan jaringan listrik konvensional.

Qodari menjelaskan, program perluasan elektrifikasi tersebut sejalan dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 316.K/TL.03/MEM.L/2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik Tahun 2025–2029.

Menurutnya, peta jalan tersebut menjadi pedoman pemerintah dalam memastikan seluruh wilayah yang belum menikmati layanan listrik PLN dapat segera terlistriki.

“Roadmap tersebut diarahkan untuk melistriki seluruh lokasi yang belum memperoleh akses listrik dari PLN. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada rumah tangga tidak mampu setelah jaringan listrik tersedia,” jelasnya.

Baca juga:  Tambah Daya Listrik Lebih Murah, PLN Beri Diskon 50 Persen hingga 27 Juli

Berdasarkan data PT PLN (Persero), rasio elektrifikasi nasional saat ini telah mencapai 99,83 persen dari total rumah tangga di Indonesia. Sementara itu, rasio desa berlistrik telah menyentuh 99,97 persen, sedangkan rasio elektrifikasi yang dilayani langsung oleh PLN mencapai 98,56 persen.

Pemerintah menargetkan berbagai program perluasan jaringan, pembangunan mini grid, serta penyediaan PLTS individual dapat mempercepat pemerataan akses energi, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil, terluar, dan kepulauan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru