28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Hotspot Karhutla Indonesia Naik 52 Persen, Kalteng Tertinggi

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia meningkat 52,5 persen dalam sehari. Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, disusul Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Barat (Kalbar)

Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan (kemenhut) hingga Rabu 14 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, terdeteksi 372 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut bertambah 128 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 244 hotspot. Peningkatan juga terjadi di enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla.

Kepala Biro (Kabiro) Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Kemenhut, Ristianto Pribadi menyampaikan, total hotspot di wilayah tersebut mencapai 294 titik, naik 146 titik dibandingkan hari sebelumnya yang berjumlah 148 titik.

Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat jumlah tertinggi dengan 130 hotspot, meningkat dua kali lipat dari 65 titik sehari sebelumnya.

Sumatera Selatan (Sumsel) berada di urutan kedua dengan 91 hotspot, naik dari 59 titik. Disusul Kalimantan Barat (Kalbar) dengan 59 titik, meningkat tajam dari sebelumnya 15 titik. Sementara itu, Jambi mencatat sembilan hotspot setelah sehari sebelumnya nihil.

Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami penurunan dari sembilan menjadi lima titik. Adapun Riau masih nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Kementerian Kehutanan menyebut Kalteng, Sumsel, dan Kalbar menjadi wilayah yang mendapat perhatian lebih berdasarkan perkembangan pemantauan tersebut.

Baca juga:  Tambang Emas Ilegal di Sulut Digerebek, Ekskavator dan Lima Orang Diamankan

Meski demikian, jumlah hotspot tidak serta-merta menunjukkan jumlah kejadian kebakaran maupun luas lahan yang terbakar. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.

Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik panas. Karena itu, seluruh indikasi hotspot tetap memerlukan verifikasi langsung di lapangan.

Penanganan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting

Meningkatnya hotspot di Kalteng mendorong Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pada Rabu 14 Oktober 2026, Raja Juli mengunjungi Balai Taman Nasional (TN) Tanjung Puting untuk memastikan operasi pengendalian kebakaran di kawasan konservasi tersebut berjalan optimal.

Dalam kunjungan itu, ia menggelar rapat terbatas bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, BNPB, pengelola taman nasional, serta sejumlah pihak terkait.

Pembahasan difokuskan pada percepatan penanganan di lokasi prioritas, penguatan personel dan logistik pemadaman, ketersediaan sumber air, serta koordinasi operasi darat dan udara.

Penanganan diarahkan pada empat lokasi prioritas dengan tambahan dukungan sekitar 160 personel darat. Pemerintah juga memperkuat ketersediaan sumber air melalui penambahan sumur bor. Selain itu, alternatif dukungan operasi udara melalui Kuala Pembuang disiapkan apabila diperlukan sesuai kondisi lapangan.

Baca juga:  Pemerintah Moratorium Izin Edar Beras Fortifikasi, 25 Merek Dibekukan

Raja Juli menekankan bahwa penanganan kebakaran tidak boleh berhenti setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Terutama pada kawasan gambut, pemadaman harus dilanjutkan dengan pembasahan, pendinginan, penyisiran, hingga mopping up untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di bawah permukaan tanah.

Langkah tersebut penting karena api di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala ketika kondisi kering atau berangin. Selain mencegah kebakaran meluas, pemerintah juga memberi perhatian terhadap perlindungan zona inti dan habitat satwa liar, khususnya orangutan.

“Patroli dan pemantauan kawasan terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap habitat maupun pergerakan satwa. Masyarakat yang menemukan satwa terdampak, terluka, terjebak, atau keluar dari habitatnya diminta tidak melakukan evakuasi secara mandiri,” ujar Raja Juli dalam siaran pers Kemenhut yang diterima desaterkini.id, Jumat 16 Oktober 2026.

Warga diminta menjaga jarak aman, mencatat lokasi dan kondisi satwa jika memungkinkan, kemudian melaporkannya kepada petugas Balai TN Tanjung Puting, BKSDA, atau petugas kehutanan.

Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Memburuk

Di sisi lain, operasi pengendalian karhutla masih berlangsung melalui Manggala Agni bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dan dunia usaha.

Baca juga:  GIIAS Makassar 2026 Hadirkan 14 Merek Mobil dan 4 Motor, Ajang Pamer Teknologi Otomotif Terbaru

Kegiatan di lapangan meliputi pengecekan langsung hotspot, patroli, pemadaman, penyekatan kepala dan sisi api, pembasahan, pendinginan, penyisiran bara, hingga mopping up.

Strategi penanganan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lokasi. Pada kebakaran lahan gambut, personel harus bekerja lebih intensif karena api berpotensi menjalar di bawah permukaan tanah.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan partikulat halus PM2.5, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kategori kualitas udara baik hingga sedang.

Namun, sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua masih menunjukkan kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan berbahaya secara lokal.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengikuti perkembangan kualitas udara dan arahan pemerintah daerah (Pemda).

Jika kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.
Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.

Kemenhut juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Setiap temuan asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran diminta segera dilaporkan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer