Desa Terkini, Batang – Di tengah semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap jaringan seluler dan internet, perangkat radio komunikasi atau Handy Talky (HT) dinilai tetap menjadi alat yang sangat penting dalam penanganan bencana.
Desa Menginspirasi — Setiap desa memiliki cerita yang layak dibagikan. Melalui program ini, desaterkini.id menghadirkan praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa di seluruh Indonesia.
Saat jaringan telekomunikasi terganggu atau lumpuh akibat bencana, HT masih menjadi salah satu sarana komunikasi yang paling dapat diandalkan untuk menjaga koordinasi di lapangan.
Kesadaran akan pentingnya komunikasi darurat tersebut mendorong sejumlah pemerintah daerah mulai mengoptimalkan pemanfaatan HT, termasuk dengan memberikan pelatihan kepada perangkat desa sebagai garda terdepan dalam penyampaian informasi dari wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, mengatakan perangkat desa memiliki peran strategis karena menjadi pihak yang paling memahami kondisi wilayahnya. Dengan kemampuan mengoperasikan HT, informasi mengenai kejadian bencana dapat disampaikan lebih cepat kepada tim penanganan meski jaringan telekomunikasi terputus.
“Wilayah yang rawan sulit dijangkau sinyal, ada di Kecamatan Bawang, Reban. Dan melihat situasi saat ini memasuki puncak kemarau perangkat desa bisa menginformasikan apakah di wilayahnya terdampak kekeringan, sehingga instansi terkait segera menangani,” katanya.
Menurutnya, tantangan komunikasi masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah dengan kondisi geografis yang menyulitkan akses sinyal seluler. Dalam situasi tersebut, radio komunikasi menjadi alternatif yang mampu menjaga kelancaran koordinasi antarpetugas di lapangan.
Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Batang, Pandu Wicaksono, menjelaskan HT terbukti efektif digunakan ketika jaringan komunikasi konvensional tidak lagi berfungsi.
“Biasanya ketika terjadi bencana, sinyal telekomunikasi terputus, maka hanya lewat HT inilah perangkat komunikasi yang bisa jadi solusi. Pemanfaatan HT sangat tepat untuk membantu berkomunikasi apabila terjadi suatu peristiwa, terlebih di wilayah dengan kontur tanah yang tidak rata,” ujarnya.
Selain mendukung penanganan bencana, HT juga kerap dimanfaatkan dalam operasi pencarian dan pertolongan, termasuk pencarian orang hilang di medan yang sulit dijangkau.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, BPBD Batang bersama RAPI memberikan pelatihan penggunaan HT kepada perangkat desa agar mereka terbiasa mengoperasikan perangkat tersebut saat kondisi darurat. Latihan dilakukan melalui praktik langsung serta komunikasi rutin menggunakan frekuensi yang telah ditetapkan.
Saat ini seluruh desa di Kabupaten Batang telah memiliki perangkat HT yang dapat digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi bencana. Namun, pemanfaatannya dinilai masih perlu dioptimalkan melalui pelatihan dan latihan berkala agar perangkat tersebut benar-benar siap digunakan saat kondisi darurat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi digital, HT tetap memiliki keunggulan karena bekerja menggunakan gelombang radio sehingga tidak bergantung pada jaringan internet maupun BTS seluler. Karakteristik tersebut menjadikan HT masih banyak digunakan oleh tim SAR, BPBD, TNI, Polri, relawan kebencanaan, hingga petugas lapangan dalam berbagai operasi penanganan keadaan darurat.
Reporter : Bayu



