33 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

Belum Genap 10 Hari, Kapolri Kembali Mutasi Ratusan Perwira, Ada Kakorlantas-Kapolda

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap ratusan perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis ikut mengalami pergantian, mulai dari Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam), Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas), hingga tiga kepala kepolisian daerah (kapolda).

Mutasi tersebut berselang delapan hari setelah mutasi pertama di bulan Oktober tepatnya tanggal 2 Oktober 2026 dibawah kepemimpinan Kapolri yang baru Jenderal Suyudi.

Mutasi teranyar ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

Salah satu pergeseran jabatan terjadi di lingkungan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri. Irjen Pol Wawan Muliawan yang sebelumnya menjabat Wakabaintelkam dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri.

Baca juga:  Biaya Haji 2027: Pelunasan Jemaah Turun Rp3,4 Juta Jadi Rp23 Juta

Posisi yang ditinggalkan Wawan kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Anom Setyadji.

Pergantian juga terjadi pada jabatan Kakorlantas Polri. Irjen Pol Wibowo dimutasi dari posisi tersebut, sementara penggantinya adalah Brigjen Pol Aries Syahbudin.

Di tingkat kepolisian daerah, tiga posisi kapolda turut mengalami perubahan. Irjen Pol Agus Wijayanto ditunjuk sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing.

Selanjutnya, jabatan Kapolda Kalimantan Utara dipercayakan kepada Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik. Ia menggantikan Irjen Pol Agus Wijayanto yang mendapat penugasan baru.

Sementara itu, Brigjen Pol Yustan Alpiani ditunjuk sebagai Kapolda Lampung menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Pergeseran jabatan tersebut diklaim bertujuan memperkuat kinerja institusi serta menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

Baca juga:  Bupati Gowa Dorong Lulusan Polbangtan Jadi Penggerak Pertanian Berbasis Teknologi

Menurut Johnny, penempatan personel mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas.

“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Johnny juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Ia berharap pejabat pengganti dapat melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus meningkatkan kinerja sesuai tanggung jawab masing-masing.

Para pejabat yang baru ditunjuk diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah penugasan.

“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.

Baca juga:  98 Kasus Korporasi Karhutla, Kapolri Duga Ada Keterlibatan Pihak Asing

Ia menegaskan, mutasi jabatan merupakan bagian dari upaya penguatan organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutur Johnny

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer