28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Bea Cukai Dampingi UMKM Bulukumba Kembangkan Potensi Ekspor

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Bulukumba – Pelaku UMKM di Kabupaten Bulukumba didorong Bea Cukai Makassar tidak berhenti sebagai penghasil produk lokal, tetapi mulai membidik pasar internasional. Potensi komoditas dan produk unggulan daerah dinilai perlu diikuti peningkatan kapasitas usaha serta pendampingan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Tour de Bulukumba Export Assistance bertema “Kembangkan Potensi Daerah melalui Ekspor” yang digelar Bea Cukai Makassar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Bupati Bulukumba, Kamis 17 September 2026.

Kegiatan tersebut diisi sosialisasi tata laksana ekspor dan asistensi bagi UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk masuk pasar internasional.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba Muhammad Ali Saleng mengatakan, pemerintah daerah mengapresiasi kolaborasi dengan Bea Cukai Makassar dalam mendorong pengembangan UMKM.

Baca juga:  Jurus PLN UID Sulselrabar Mitigasi Kekeringan di PLTA Pakai Modifikasi Cuaca

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan langsung agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas akses pasar.

Materi tata laksana ekspor disampaikan Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Makassar Muhammad Mirfuad. Ia menjelaskan prosedur ekspor sekaligus membagikan pengalaman sejumlah UMKM binaan Bea Cukai Makassar yang telah memasarkan produknya ke luar negeri.

Pasar yang telah dijangkau UMKM binaan tersebut antara lain Malaysia, Singapura, Hong Kong, Jepang, Jerman, Turki, dan Arab Saudi.

Salah satu pelaku usaha yang berbagi pengalaman adalah Owner PT Coconut International Indonesia (CII), Asriyhani. Perusahaan tersebut merupakan UMKM binaan Bea Cukai Makassar yang telah mengekspor briket arang kelapa ke Jerman, Turki, Inggris, dan Arab Saudi.

Baca juga:  PLN Rencana Tambah PLTS dan BESS untuk Kurangi Ketergantungan Sistem Sulbagsel

Asriyhani memaparkan proses membangun usaha hingga mampu menembus pasar internasional, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi selama mengembangkan bisnis. Ia menekankan pentingnya mental yang kuat dan kejujuran dalam menjalankan usaha.

Selain PT CII, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah UMKM binaan Bea Cukai Makassar lainnya, yakni Kopi Leluhur dengan produk olahan kopi, Rappo Indonesia dengan produk olahan plastik, Kallolo by Rich dengan produk fashion wastra Sulawesi, Atap Konjo dengan kerajinan daun lontara, serta Kacang Putri dengan produk olahan kacang.

Para pelaku usaha tersebut turut membagikan pengalaman dan tantangan dalam mengembangkan bisnis hingga memasuki pasar internasional.

Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Krisna Wardhana mengatakan, peningkatan aktivitas ekspor dapat memberikan dampak terhadap perekonomian, mulai dari membuka akses pasar internasional hingga mendorong pertumbuhan UMKM dan industri pengolahan.

Baca juga:  Loker Bank Indonesia Dibuka, Lulusan S1-S2 Bisa Daftar

“Pada akhirnya, kegiatan ekspor memberikan dampak luas bagi perekonomian, mulai dari membuka akses pasar internasional, meningkatkan devisa negara, mendorong pertumbuhan UMKM dan industri pengolahan, hingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Kami mendukung UMKM Bulukumba untuk terus berkembang dan meningkatkan potensinya agar mampu menembus pasar global,” ujar Krisna.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing session dan tanya jawab. Forum tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membahas pengalaman, kebutuhan, serta tantangan dalam mempersiapkan produk dan bisnis menuju pasar ekspor.

Bea Cukai Makassar berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba dapat diperkuat untuk membangun ekosistem ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer