34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

PLN Rencana Tambah PLTS dan BESS untuk Kurangi Ketergantungan Sistem Sulbagsel

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – PT PLN (Persero) menyiapkan penguatan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) hingga 2029 dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sekitar 5,2 gigawatt peak (GWp) dan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 8,2 gigawatt hour (GWh).

Rencana tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang PLN setelah sistem kelistrikan Sulbagsel menghadapi tekanan pasokan di tengah perubahan kondisi pembangkit, termasuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang bergantung pada ketersediaan air.

Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, mengatakan kondisi kelistrikan Sulawesi menunjukkan pentingnya diversifikasi sumber pembangkit dan kesiapan sistem menghadapi perubahan kondisi alam.

Dalam kunjungannya ke kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar pada 15 September 2026, Sripeni menyebut PLTA menyumbang sekitar 30 persen terhadap sistem kelistrikan Sulawesi. Sementara PLTU batu bara memiliki kontribusi sekitar 20 persen.

“Kita semua tahu bahwa kondisi saat ini ada beberapa kombinasi, yaitu dari cuaca, karena kita mengalami masa El Nino yang panas dan kemarau cukup panjang di Sulawesi ini. PLTA itu mengambil peran sekitar 30 persen, lalu kemudian PLTU batu bara juga mengambil peran sekitar 20 persen,” kata Sripeni.

Baca juga:  YBM PLN UID Sulselrabar Hadir di Desa Banua Adolang, Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

Menurut Sripeni, kondisi kemarau membuat ketersediaan air menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga produksi listrik dari PLTA.

Sejumlah langkah dilakukan untuk menjaga pasokan, termasuk melalui modifikasi cuaca dan hujan buatan untuk membantu mempertahankan ketersediaan air bagi pembangkit hidro.

Di sisi lain, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara juga diupayakan kembali masuk ke sistem setelah menjalani pemeliharaan.

“Saat ini PLTU Batubara sedang diupayakan untuk masuk kembali setelah mereka melakukan pemeliharaan,” ujarnya.

Sripeni juga menyebut kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan mulai membaik. Dalam sepekan terakhir, wilayah yang terdampak pengaturan pasokan listrik disebut semakin berkurang.

Namun, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan kebutuhan penguatan sistem agar pasokan listrik tidak terlalu bergantung pada kondisi sumber energi tertentu.

Baca juga:  Bukan Sekadar Pemeliharaan, Ini Penyebab Listrik di Makassar dan Sekitarnya Padam Bergilir

Untuk itu, PLN menyiapkan pengembangan PLTS dan BESS dalam penguatan Sistem Sulbagsel.

PLTS akan menambah sumber pembangkitan dari energi surya, sedangkan BESS digunakan untuk menyimpan energi dan membantu menjaga fleksibilitas sistem ketika produksi pembangkit energi terbarukan berubah atau kemampuan pembangkit hidro menurun.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan pemulihan sistem yang dilakukan saat ini berjalan bersamaan dengan persiapan penguatan sistem dalam jangka panjang.

“Kondisi yang kita hadapi saat ini menjadi pembelajaran bahwa sistem kelistrikan membutuhkan sumber pasokan yang beragam. Karena itu, selain melakukan pemulihan dan optimalisasi pembangkit yang ada, PLN juga menyiapkan penguatan sistem dalam jangka panjang melalui pengembangan PLTS dan BESS,” ujar Edyansyah.

Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah kapasitas pembangkitan. PLN juga menargetkan sistem yang lebih fleksibel dalam menyesuaikan pasokan dengan perubahan produksi pembangkit dan kebutuhan listrik.

“Apa yang kami lakukan saat ini tidak berhenti pada upaya memulihkan kondisi sistem. Kami juga menyiapkan fondasi agar sistem Sulbagsel ke depan semakin beragam, fleksibel, dan resilien. Dengan sistem yang lebih kuat dan adaptif, kami berharap kebutuhan listrik masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Sulawesi dapat didukung secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Baca juga:  Sumut Hingga Sulsel, Ini Daftar Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat BMKG

Penguatan sistem Sulbagsel dilakukan secara bertahap. Tahap awal mencakup optimalisasi pembangkit yang tersedia, percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami kendala, serta penyiapan pembangkit sementara untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.

Selanjutnya, PLN mendorong penambahan kapasitas pembangkitan serta pengembangan energi terbarukan melalui PLTS dan BESS hingga 2029.

Pengembangan sumber energi dan sistem penyimpanan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap jenis pembangkit tertentu. BESS juga memungkinkan energi yang dihasilkan pembangkit terbarukan dikelola lebih fleksibel sesuai kondisi sistem.

PLN menyatakan pemulihan sistem tetap menjadi prioritas dalam jangka pendek. Bersamaan dengan itu, penguatan jangka panjang disiapkan untuk menghadapi perubahan kondisi sumber energi serta pertumbuhan kebutuhan listrik di Sulawesi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer