Desa Terkini, Jakarta – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menyelenggarakan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026. Program ini diikuti 25 kepala daerah yang terdiri atas 23 bupati dan dua wali kota. Salah satu lokasi pembelajarannya yakni ke Singapura.
Dalam pembukaan kegiatan di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para kepala daerah agar mampu menjalankan pemerintahan secara efektif sekaligus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
“Untuk memberikan satu penguatan terhadap kapasitas kepemimpinan pemerintahan daerah agar mereka memiliki wawasan kebangsaan, memiliki sikap patriotik, bekerja secara sungguh-sungguh untuk membangun daerahnya dengan kepemimpinan yang kuat dan tangguh,” kata Ace.
Selain menerima pembekalan di dalam negeri, para peserta juga dijadwalkan mengikuti program pembelajaran di Singapura pada pekan depan. Mereka akan menjalani pendidikan di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.
“Minggu depan para peserta nanti akan berangkat ke Singapura untuk mendapatkan pendidikan di Lee Kuan Yew School of Public Policy di National University of Singapore,” ujarnya.
Selama mengikuti program di Singapura, para kepala daerah yang mayoritas dari Indonesia Timur itu akan mempelajari berbagai praktik pelayanan publik, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pengelolaan sampah, hingga penerapan teknologi digital dalam sistem pemerintahan.
“Mereka nanti akan diberikan beberapa pengetahuan terutama tentang pelayanan publik ya. Misalnya seperti pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, kemudian pengelolaan sampah, bagaimana penggunaan digital di dalam sistem pemerintahan, dan juga aspek-aspek yang lain,” jelas Ace.
Tak hanya mengikuti sesi kelas, peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah pusat pelayanan publik untuk melihat secara langsung penerapan sistem pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di Singapura.
“Nanti akan melakukan kunjungan lapangan ke pusat-pusat pemerintahan yang selama di Singapura memang memiliki pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ace menilai Singapura dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai memiliki praktik terbaik dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dapat menjadi referensi bagi para kepala daerah di Indonesia.
“Dan kita tahu bahwa hingga saat ini saya kira Singapura merupakan negara yang memiliki best practices dalam hal pelayanan publik,” pungkasnya.
Berikut daftar 25 kepala daerah peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026:
- Bupati Sinjai
- Bupati Banjarnegara
- Bupati Kotawaringin Barat
- Bupati Biak Numfor
- Bupati Manokwari
- Bupati Intan Jaya
- Bupati Mimika
- Bupati Maluku Tengah
- Bupati Kepulauan Tanimbar
- Bupati Halmahera Tengah
- Bupati Pulau Morotai
- Bupati Lembata
- Bupati Flores Timur
- Bupati Sumbawa Barat
- Bupati Hulu Sungai Tengah
- Bupati Sukamara
- Bupati Aceh Besar
- Bupati Seluma
- Bupati Polewali Mandar
- Bupati Muaro Jambi
- Bupati Kerinci
- Bupati Lebak
- Bupati Tulang Bawang Barat
- Wali Kota Lhokseumawe
- Wali Kota Pangkalpinang


