23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Purbaya: Kopdes Merah Putih Dipastikan Untung Asal Tak Dikorupsi

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih memiliki prospek besar untuk menghasilkan keuntungan sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi di pedesaan asal tidak tercemari oleh korupsi.

Optimisme tersebut didasarkan pada kebijakan pemerintah yang akan menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai jalur resmi penyaluran seluruh barang bersubsidi. Dengan skema itu, koperasi dinilai memiliki kepastian usaha sekaligus berperan dalam memastikan distribusi bantuan pemerintah berlangsung lebih tepat sasaran.

Purbaya mengatakan keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat kabinet dan akan menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi desa.

“Kemarin diputuskan di rapat kabinet bahwa semua barang-barang yang bersubsidi akan disalurkan lewat Kopdes Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar itu. Jadi harusnya dari situ saja Kopdes Merah Putih sudah pasti untung, asal nggak dikorupsi lah, harusnya sih aman,” ujar Purbaya, Kamis (16/7/2026).

Baca juga:  Dukung Revalidasi UNESCO, Semen Tonasa Klaim Jalankan Seluruh Rekomendasi Konservasi

Menurutnya, penyaluran barang bersubsidi melalui satu pintu akan meningkatkan aktivitas ekonomi koperasi di desa. Selain memperoleh pendapatan dari distribusi barang, Kopdes Merah Putih juga diharapkan berkembang menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat yang mampu memperkuat kemandirian desa.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh barang subsidi pemerintah wajib disalurkan melalui jaringan Kopdes Merah Putih. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak sekaligus menutup celah penyalahgunaan maupun perdagangan barang subsidi.

“Sudah saya ambil keputusan, semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Kopdes Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang menerima,” kata Prabowo saat memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Baca juga:  Kopdes Merah Putih Kini Boleh Kelola Tambang, Sumur Minyak hingga PLTS

Presiden menjelaskan fungsi Kopdes Merah Putih tidak hanya sebatas menjadi tempat penyaluran barang bersubsidi. Pemerintah juga akan mengembangkan koperasi tersebut sebagai pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi.

Dalam konsep yang disiapkan, Kopdes Merah Putih akan dilengkapi dengan kantor koperasi, toko sembako, unit simpan pinjam, apotek desa, layanan logistik, gudang penyimpanan, hingga fasilitas cold storage.

Keberadaan gudang dan cold storage diharapkan mampu mengurangi kerugian petani, nelayan, dan peternak akibat hasil produksi yang cepat rusak sekaligus memperkuat rantai distribusi komoditas dari desa.

“Kita akan buka apotek di desa, obat-obatnya obat generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota. Akan ada logistik desa, akan ada gudang, akan ada cold storage supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak dan berbagai layanan ekonomi lainnya,” ujar Prabowo.

Pemerintah memperkirakan program Kopdes Merah Putih akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi desa. Perputaran uang diproyeksikan mencapai Rp223 triliun setiap tahun sehingga aktivitas ekonomi semakin berkembang di wilayah pedesaan.

Baca juga:  Dari Kandang Bebek Menjadi Rumah Koran, Kisah Desa Kanreapia Bangun Pertanian Lewat Literasi

Selain itu, pendapatan para petani, peternak, dan nelayan diperkirakan meningkat hingga Rp202 triliun berkat sistem distribusi dan pemasaran yang lebih efisien.

“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebesar Rp223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa, tidak keluar, akan beredar di desa-desa. Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan,” pungkas Prabowo.

Program Kopdes Merah Putih menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Namun, keberhasilan program tersebut dinilai sangat bergantung pada tata kelola koperasi yang profesional, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru