Desa Terkini, Jakarta – Presiden FIFA Gianni Infantino mengklaim masih mendapat dukungan luas dari asosiasi anggota meski menghadapi tekanan akibat kontroversi proposal komersial FIFA Forward Enterprise (FFE).
Ia juga menanggapi santai pertanyaan BBC mengenai kemungkinan mundur dari jabatannya.
Infantino menegaskan, keputusan terkait kepemimpinan FIFA berada di tangan 211 asosiasi anggota.
Ia meminta semua pihak menghormati demokrasi dan hak setiap anggota dalam menentukan pemimpin organisasi.
“Jika kita serius dengan demokrasi, serta keyakinan bahwa setiap orang memiliki hak suara yang sama di seluruh dunia dan sepak bola adalah milik semua orang, maka kita juga harus menghormati pandangan mayoritas yang sangat besar,” kata Infantino saat diwawancara oleh BBC.
Ia menyebut dukungan tersebut diperolehnya setelah bertemu dengan sejumlah pemimpin sepak bola dunia, termasuk dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menggelar kongres di Jepang dan negara-negara anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
“Saya baru saja kembali dari Tokyo, tempat Konfederasi Sepak Bola Asia memberikan dukungan penuh kepada saya. Saya berada di Tanjung Verde, tempat seluruh negara anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika memberikan dukungan kepada saya. Saya berbicara dengan semua asosiasi di berbagai belahan dunia,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul di tengah kontroversi proposal FFE yang memicu ketegangan antara FIFA dan sejumlah konfederasi.
UEFA, AFC, serta CONCACAF dilaporkan menyampaikan kekhawatiran terkait kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.
Polemik tersebut bermula dari rencana FIFA menjual sebagian hak komersial kompetisinya kepada perusahaan investasi swasta. Proposal itu ditolak sejumlah pihak sebelum akhirnya dibatalkan dalam hitungan hari.
Meski demikian, persoalan belum sepenuhnya selesai. UEFA meminta FIFA membuka seluruh dokumen penting terkait FFE paling lambat 2 November 2026 guna mendorong transparansi mengenai proses dan isi proposal tersebut.
Infantino mengakui menyatukan berbagai pandangan dalam organisasi sebesar FIFA bukan perkara mudah.
Namun, ia menilai perbedaan pendapat harus tetap disikapi dengan saling menghormati.
“Saya menghormati semua, tapi pada akhirnya asosiasi anggota FIFA yang akan memutuskan siapa yang mereka inginkan sebagai presiden dan bagaimana mereka ingin FIFA dijalankan,” ujarnya.
Pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Kandidat yang ingin menantang Infantino harus mengonfirmasi pencalonan paling lambat 18 November 2026.
Hingga kini, belum ada kandidat lain yang secara resmi mengajukan diri. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Infantino untuk kembali mencalonkan diri tanpa pesaing, meski dinamika internal FIFA masih dapat berubah menjelang pemilihan.


