28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Sebanyak 2.458 Penerbangan Terdampak Karhutla, Ini Daftar Bandara Terganggu

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin membuat operasional penerbangan di Indonesia terganggu. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 2.458 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak kabut asap selama periode 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026.

Jumlah tersebut bertambah 437 penerbangan dibandingkan data per 13 Oktober 2026 yang mencatat 2.021 penerbangan terdampak.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan dampak karhutla terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurutnya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu operasional penerbangan, mulai dari keterlambatan hingga pembatalan.

“Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Lukman dalam keterangannya, Minggu 18 Oktober 2026.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara per 17 Oktober 2026, dari total 2.458 penerbangan domestik yang terdampak, sebanyak 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan.

Sementara itu, 1.324 penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan. Sebanyak 22 penerbangan harus dialihkan ke bandar udara lain atau divert, enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), dan 26 penerbangan dimajukan jadwalnya.

Baca juga:  98 Kasus Korporasi Karhutla, Kapolri Duga Ada Keterlibatan Pihak Asing

Kabut Asap Meluas hingga Sulawesi dan Maluku

Gangguan penerbangan akibat karhutla tidak hanya terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Dalam periode 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap juga meluas ke Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain Papua.

Sejumlah bandar udara yang terdampak antara lain Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sultan Babullah di Ternate, Pattimura di Ambon, Mozes Kilangin di Timika, serta Domine Eduard Osok di Sorong.

Gangguan serupa juga terjadi di Bandar Udara Supadio Pontianak, Tjilik Riwut Palangka Raya, Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dan Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Kemenhub turut melaporkan dampak kabut asap di sejumlah bandar udara lainnya yang tersebar di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua, Kalimantan, Riau, Jambi, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Penerbangan Internasional dan Perintis Ikut Terganggu

Dampak kabut asap juga merembet ke penerbangan internasional. Kemenhub mencatat 14 penerbangan internasional dibatalkan akibat kondisi tersebut.

Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang-pergi pada 12–23 September 2026 dibatalkan karena kabut asap di Bandar Udara Supadio.

Baca juga:  Penerbangan Selayar Tetap Berjalan, Pemkab Siapkan Subsidi Rp3 Miliar hingga Desember

Selain itu, dua penerbangan rute Singapura–Palembang pulang-pergi pada 15 Oktober 2026 juga dibatalkan akibat asap di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Gangguan turut dialami penerbangan perintis. Pada 16 Oktober 2026, sebanyak 22 penerbangan perintis dibatalkan akibat kabut asap, termasuk dua penerbangan kargo.

Pembatalan tersebut terjadi di Korwil Singkep sebanyak enam penerbangan, Korwil Kuala Pembuang empat penerbangan, Korwil Tanah Merah enam penerbangan, dan Korwil Gorontalo enam penerbangan.

Di luar dampak karhutla, Kemenhub juga mencatat 20 penerbangan berjadwal domestik dibatalkan akibat sejumlah faktor lain. Penyebabnya meliputi abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta kegiatan perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Kemenhub Perkuat Mitigasi Keselamatan Penerbangan

Untuk mengurangi risiko gangguan operasional, Ditjen Perhubungan Udara meminta pengelola bandar udara di wilayah terdampak memperkuat langkah mitigasi keselamatan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Low Visibility Procedures (LVP) bersama AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pengelola bandar udara juga diminta menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) serta meningkatkan kesiagaan operasional di sisi udara.

Baca juga:  PSEL Regional Disiapkan di Sidrap, Sampah dari 7 Daerah Bakal Jadi Bahan Baku Listrik

Selain aspek keselamatan penerbangan, pelayanan penumpang di terminal juga diminta tetap dioptimalkan. Langkah tersebut mencakup penyampaian informasi perkembangan penerbangan dan penyediaan masker bagi penumpang.

Di sisi lain, dukungan terhadap penanganan karhutla melalui operasi pemadaman dari udara atau water bombing masih berlangsung.

Selama periode 20 April hingga 16 Oktober 2026, operasi tersebut telah dilaksanakan sebanyak 5.179 flight cycle menggunakan 38 pesawat dari 11 operator.

Bandar udara di wilayah terdampak turut mendukung kegiatan pemadaman dengan menyediakan area parkir pesawat dan helikopter water bombing, memberikan prioritas slot penerbangan, serta menyiapkan posko pemantauan karhutla.

Dukungan lainnya mencakup pendataan sumber air dan pemenuhan kebutuhan bahan bakar untuk mendukung kelancaran operasi pemadaman.

Lukman mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan kondisi penerbangan dan memahami kemungkinan perubahan jadwal akibat kabut asap.

Penumpang juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta memeriksa perkembangan cuaca dan status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandar udara.

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer