34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Unhas Aktifkan KKN Tanggap Bencana, Siapkan Mahasiswa Bantu Korban Gempa NTT

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengaktifkan program KKN Tematik Tanggap Bencana sebagai bentuk respons terhadap gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program tersebut disiapkan untuk mendukung proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.

Keputusan mengaktifkan program ini diambil setelah Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas yang mengelola program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkoordinasi dengan Pusat Studi Kebencanaan Unhas.

Koordinasi dilakukan sesaat setelah informasi mengenai bencana diterima dan kondisi di lapangan dianalisis.

Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Sulaeha mengatakan KKN Tanggap Bencana merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kemampuan mereka secara langsung dalam situasi kemanusiaan.

“Program ini bertujuan menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana, memperkuat kapasitas serta ketangguhan masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Sulaeha.

Baca juga:  Daftar Lengkap 122 Pejabat Unhas yang Resmi Dilantik Rektor Prof JJ

Pada awalnya, Unhas hanya membuka kuota tujuh mahasiswa untuk diterjunkan ke wilayah terdampak.

Jumlah tersebut disesuaikan dengan waktu persiapan yang relatif singkat serta kebutuhan untuk memastikan mahasiswa yang diberangkatkan memiliki kompetensi yang relevan.

Sejumlah keterampilan yang menjadi pertimbangan antara lain bidang kesehatan, Search and Rescue (SAR), Korps Pecinta Alam (Korpala), serta kemampuan penyelamatan dalam kondisi darurat.

Namun, antusiasme mahasiswa ternyata jauh melebihi kuota awal. Hingga Minggu 16 Agustus 2026 pagi, tercatat 47 mahasiswa telah mendaftarkan diri.

“Ternyata peminat cukup besar. Hingga Minggu (16/8) pagi, pendaftar telah mencapai 47 orang. Ada mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman tanggap bencana, tapi ia berasal dari daerah bencana. Ini juga kami pertimbangkan,” katanya.

Menurut Sulaeha, keikutsertaan mahasiswa dalam respons kebencanaan memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pemenuhan kegiatan akademik.

Kehadiran mereka di tengah masyarakat terdampak juga menjadi wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.

“Dalam berbagai pelaksanaan KKN Tanggap Bencana, Unhas menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di daerah terdampak bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi bencana,” jelas Ir. Sulaeha.

Baca juga:  Fakultas Peternakan Unhas Olah 2,8 Ton Sampah Organik dengan Budidaya Maggot

Sebelum diberangkatkan, mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan pembekalan dari Pusat Studi Kebencanaan Unhas.

Materi pembekalan meliputi batas kewenangan mahasiswa selama berada di lokasi, aspek keselamatan, mekanisme koordinasi, hingga potensi situasi yang mungkin mereka hadapi di lapangan.

Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas, Ilham Alimuddin mengatakan persiapan tidak hanya berfokus pada kesiapan mahasiswa.

Unhas juga membangun koordinasi dengan berbagai pihak yang telah memiliki peran dalam sistem penanganan bencana di wilayah terdampak.

“Kami berkoordinasi dengan BNPB setempat, Universitas Cencana, dan Tim Disaster Management Center Ikatan Alumni Teknik (DMC IKATEK) untuk mempersiapkan mekanisme pelaksanaan kegiatan. Dengan pola ini, kontribusi mahasiswa ditempatkan sebagai bagian dari jejaring penanganan bencana, bukan sebagai tim yang bekerja secara terpisah,” ucap Ilham.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial yang tidak terbatas pada kegiatan pendidikan dan penelitian.

Baca juga:  Desa Wisata Wae NTT Lolos Jadi Lokasi Program TV Prancis, Pekín Express Musim 23,

Menurutnya, kapasitas kampus harus dapat digerakkan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

“Kampus memiliki tanggung jawab sosial yang lebih luas daripada menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian. Perguruan tinggi juga perlu hadir sebagai bagian dari solusi ketika terjadi persoalan kemanusiaan, termasuk dalam situasi bencana yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berbasis keahlian,” ucap Prof. JJ sapaannya.

Unhas pun mulai membangun mekanisme tanggap cepat yang memungkinkan berbagai sumber daya kampus dikerahkan secara terstruktur dalam menghadapi kondisi darurat.

Sistem tersebut mencakup pemanfaatan keahlian akademik, sumber daya manusia, jejaring kelembagaan, hingga mahasiswa yang mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan di lapangan.

Mahasiswa yang nantinya ditetapkan sebagai peserta KKN Tematik Tanggap Bencana NTT akan mengikuti pembekalan sebelum diberangkatkan.

Pelepasan peserta dijadwalkan berlangsung pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selanjutnya, rombongan mahasiswa dijadwalkan berangkat menuju wilayah terdampak pada Rabu (19/8/2026).

Mereka akan didampingi Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas dan direncanakan berada di lokasi selama sekitar dua pekan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer