28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Zulhas Beberkan Penyebab Nilai Tukar Nelayan Baru Menyentuh 103

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menilai kesejahteraan nelayan Indonesia masih perlu ditingkatkan. Hal itu tercermin dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang menurutnya baru mencapai angka 103.

“Petani padi 127, nelayan 103 nilai tukarnya,” kata Zulhas ketika ditemui awak media selepas Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Selasa 4 Agustus 2026.

Nilai Tukar Nelayan merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan nelayan dengan membandingkan pendapatan yang diterima dari hasil usaha perikanan terhadap pengeluaran untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.

Angka NTN di atas 100 menunjukkan pendapatan nelayan masih lebih tinggi dibandingkan pengeluarannya.

Baca juga:  Rektor Unsoed Tersangka, Begini Nasib Mahasiswa Korban Pemerasan

Zulhas menilai capaian NTN sebesar 103 menunjukkan kondisi yang rentan.

Menurutnya, banyak nelayan belum menikmati kesejahteraan secara optimal karena masih menghadapi persoalan harga jual hasil tangkapan yang rendah, ketergantungan kepada tengkulak, serta terbatasnya sarana pendukung usaha perikanan.

Ia menjelaskan rendahnya kesejahteraan nelayan bukan disebabkan minimnya hasil tangkapan, melainkan persoalan rantai distribusi dan pemasaran hasil laut.

Menurutnya, nelayan sering memperoleh hasil tangkapan melimpah, namun terpaksa menjual dengan harga murah kepada tengkulak karena ikan mudah rusak dan tidak memiliki fasilitas penyimpanan.

“Melaut dapat ikan banyak, tapi nilai tukar nelayan 103, miskin. Dia jual ketemu tengkulak. Ikan Rp100 ribu ditawar Rp20 ribu tetap dia ambil (takut) nanti busuk. Akhirnya dia rugi, pinjam uang lagi sama tengkulak,” keluhnya.

Baca juga:  Ada “Maling” di MBG dan Koperasi Dibangun di Gunung, Ini Pengakuan Zulhas

Karena itu kata Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) itu, pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti pabrik es, cold storage, balai lelang, tambatan perahu, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), hingga bantuan kapal.

Menurut Zulhas, keberadaan cold storage akan membuat nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga murah karena hasil tangkapan dapat disimpan beberapa hari hingga harga membaik.

Selain itu, hasil tangkapan nelayan nantinya akan dihubungkan dengan jaringan Kopdes Merah Putih sehingga rantai distribusi menjadi lebih efisien.

“Kalau nelayan dapat ikan banyak tidak laku, bisa ditaruh di cold storage. Dia mau melaut juga tidak susah dapat solar karena ada SPBN. Dia jual juga disambung dengan Kopdes. Itulah yang dibangun untuk swasembada pangan,” paparnya.

Baca juga:  Bertandang ke Kantor Gubernur, DPRD Gowa Segera Proses Pengangkatan Darmawangsyah Muin Jadi Bupati Definitif

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer