30 C
Makassar
Selasa, Agustus 4, 2026

UMI Lepas 393 Mahasiswa KKN Tematik Angkatan 77 Mengabdi di 19 Desa Bantaeng

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Sebanyak 393 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 77 yang akan dilaksanakan di desa-desa di Kabupaten Bantaeng.

Prosesi pelepasan berlangsung di Auditorium Al Jibra, Kampus II UMI, Senin 6 Juli 2026, dipimpin Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, didampingi Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI Prof. Baharuddin Semmaila, Sekretaris LPkM Ansyariah, serta Kepala Pusat KKN Prof. Imaduddin.

Selama satu bulan, mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 19 desa yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Bantaeng dengan pendampingan 19 dosen supervisi.

KKN Tematik Angkatan 77 mengusung tema “Penguatan Ketahanan Wilayah Berbasis Inovasi, Teknologi Tepat Guna, dan Pemberdayaan Potensi Lokal Menuju Desa Tangguh, Mandiri, dan Berkelanjutan”. Melalui tema tersebut, UMI mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan di tingkat desa.

Baca juga:  Pembatasan Gawai di Sekolah Mulai Disiapkan, Ini Mekanismenya

Selain menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan potensi lokal, penerapan inovasi dan teknologi tepat guna, serta peningkatan kapasitas desa menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor UMI Prof. Hambali Thalib menegaskan bahwa mahasiswa peserta KKN merupakan representasi UMI di tengah masyarakat sehingga harus mampu menjaga nama baik almamater serta membangun komunikasi yang baik selama menjalankan pengabdian.

“Saya berharap anandaku semua menjaga nama baik almamater kita di mana pun dan kapan pun. Berkomunikasi dan berinteraksilah dengan baik sehingga masyarakat merasa terbantu dengan pikiran, gagasan, serta karya nyata yang kalian hadirkan selama KKN,” ujar Prof. Hambali.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kebersamaan dan memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca juga:  Ratusan Mahasiswa Unismuh Makassar Dibekali Jadi Dai untuk Dakwah di Desa

“Bersikap, berperilaku, dan berkomunikasilah dengan mencerminkan visi UMI yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlakul karimah, dan berdaya saing tinggi. KKN adalah kerja kolaboratif, sehingga keberhasilannya ditentukan oleh kekompakan tim dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat,” tambahnya.

Prof. Hambali juga menyoroti hubungan strategis antara UMI dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang terus berkembang. Selain menjadi lokasi pelaksanaan KKN, Bantaeng juga menjadi salah satu daerah pengembangan kampus UMI yang diharapkan semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua LPkM UMI Prof. Baharuddin Semmaila mengatakan tema KKN tahun ini dipilih sebagai bentuk komitmen UMI untuk menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa didorong mengidentifikasi potensi desa, menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang tetap dapat dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.

Baca juga:  Pemprov Sulsel Buka Beasiswa Pilot untuk Generasi Muda, Pendaftaran Dimulai

“Melalui KKN Tematik ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi desa. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat memperkuat ketahanan wilayah, mengoptimalkan potensi lokal, serta mendukung terwujudnya desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Baharuddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng beserta seluruh jajaran yang telah mendukung pelaksanaan KKN Tematik Angkatan 77 sehingga kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui KKN Tematik Angkatan 77, UMI kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra pembangunan masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan potensi lokal, dan penguatan pembangunan desa yang berkelanjutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru