Desa Terkini, Makassar – Di tengah pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menggelar Shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Shalat Istisqa digelar di pelataran Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar, Kamis 10 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti karyawan dan karyawati PLN UID Sulselrabar bersama jajaran PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP SUL) dan Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Makassar.
Langkah spiritual tersebut dilakukan ketika kondisi kekeringan turut berdampak terhadap kemampuan sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut cuaca ekstrem memberikan dampak signifikan terhadap sejumlah PLTA, khususnya yang berada di Poso, Malea, dan Bakaru.
“Di lokasi PLTA itu, sangat signifikan mempengaruhi terhadap kemampuan dan kapasitas daya yang kita miliki,” ungkap Andi Sudirman saat audiensi bersama General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah dan jajaran di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis 10 September 2026.
Menurut Andi Sudirman, kondisi tersebut perlu segera ditangani agar pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Ia juga meminta masyarakat tetap bersabar selama proses penanganan gangguan sistem kelistrikan berlangsung.
“Harap kesabaran dan tentu mudah-mudahan ini cepat kita dapat melewatinya. Terima kasih banyak kepada masyarakat semua atas pengertiannya,” pungkasnya.
PLN Gabungkan Ikhtiar Teknis dan Doa
Shalat Istisqa dipimpin Dr. Muh. Basran Yusuf, Lc., MA. Selain menjadi imam, ia juga menyampaikan khutbah mengenai pentingnya menyadari keterbatasan manusia dan memohon pertolongan Allah SWT.
“Shalat Istisqa ini adalah bentuk kita sebagai hamba untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Setiap hari kita membaca Surah Al-Fatihah dan memohon, ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’—hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Maka hari ini kita bersama-sama melakukan sholat istisqa’ ini, mengakui bahwa kita adalah hamba yang membutuhkan pertolongan Allah,” ujar Dr. Muh. Basran Yusuf.
Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah tidak hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga memohon agar Allah SWT memberikan keimanan, ketakwaan, dan keberkahan.
Doa juga dipanjatkan agar hujan turun di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar, termasuk kawasan pembangkit yang membutuhkan ketersediaan air.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan Shalat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar PLN yang dilakukan bersamaan dengan berbagai langkah teknis untuk menjaga keberlangsungan sistem kelistrikan.
“Ikhtiar kita tidak hanya dilakukan melalui langkah-langkah teknis, tetapi juga melalui doa dan munajat. Hari ini kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, sehingga memberikan kebaikan bagi masyarakat, lingkungan, dan sistem kelistrikan kita,” ujar Edyansyah.
Ia mengatakan hujan memiliki peran penting terhadap keseimbangan alam dan keberlangsungan berbagai aktivitas masyarakat.
Karena itu, momentum Shalat Istisqa diharapkan dapat memperkuat kebersamaan insan PLN dalam menghadapi kondisi kekeringan yang berdampak terhadap sistem kelistrikan.
“Kami berharap hujan segera turun dengan membawa keberkahan. Kami juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar berbagai upaya yang sedang dilakukan PLN dapat berjalan dengan lancar dan kondisi kelistrikan dapat segera kembali optimal,” tambahnya.
Edyansyah menegaskan PLN tetap menjalankan berbagai langkah teknis untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan. Di sisi lain, PLN juga berharap hujan segera turun sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan wilayah pembangkit yang terdampak kekeringan.
Reporter : Andi Alfath


