33 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Rangkaian Kecelakaan Kapal 2026 Termasuk KM Virgo Transport 8, Komisi V Bentuk Panja

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Komisi V DPR RI akan membentuk panitia kerja (Panja) untuk mengusut kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa. Pembentukan Panja dilakukan untuk mendalami penyebab kecelakaan sekaligus mengevaluasi aspek keselamatan dan pengawasan transportasi laut.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan pendalaman akan mencakup berbagai hal yang berkaitan dengan kecelakaan, termasuk kondisi kapal, pengawasan, serta keputusan kapal berlayar di tengah kondisi cuaca yang menjadi kendala dalam proses evakuasi.

“Kalau cuaca kurang bagus, kenapa berlayar? Ini juga soal informasi cuaca mereka terima atau tidak, meng-update cuaca atau tidak, boleh atau tidak berlayar. Ini nakhodanya bagaimana? Informasi dari nakhoda kita minta semua diinvestigasi,” ujar Lasarus kepada wartawan, Selasa 15 September 2026.

Menurut Lasarus, pembentukan Panja akan memberikan ruang lebih luas bagi Komisi V untuk memanggil pihak-pihak terkait dan menggali informasi mengenai kecelakaan tersebut.

Baca juga:  Pengamat Desa Soroti Isu Kipas Angin Rp1,8 Triliun : Mesti Ada Skala Prioritas

“Kalau kami mau mengurai satu per satu supaya nanti boleh memanggil banyak pihak dalam konteks pendalaman mencari tahu sebab kecelakaan ini, memang kami akan bentuk Panja. Karena Panja ruang gerak kami lebih dalam dan Panja juga harus punya rekomendasi nanti,” jelas Lasarus.

Komisi V juga akan meminta penjelasan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai pengawasan serta kelayakan operasional kapal.

Lasarus menegaskan, pendalaman tidak hanya dilakukan untuk mendapatkan penjelasan umum, tetapi akan menelusuri persoalan yang berkaitan dengan kecelakaan secara menyeluruh.

“Pasti. Kalau ini memang pasti, ini bukan kita panggil lagi. Kita akan preteli ini,” tegasnya.

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi pada Minggu 13 September 2026. Kapal dilaporkan terbalik di perairan Laut Jawa saat kondisi cuaca dan gelombang tinggi turut menyulitkan proses evakuasi.

Sebanyak 114 orang dari kapal tersebut telah dievakuasi dan dibawa ke wilayah Banjarmasin serta Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Baca juga:  Komdigi Umumkan Pemenang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, 538 Desa Bakal Nikmati 4G

Berdasarkan pendataan Basarnas hingga Selasa siang, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan dua orang meninggal dunia. Sementara empat korban meninggal dunia lainnya masih dalam proses identifikasi.

Hasil pendalaman Panja nantinya diharapkan tidak hanya mengungkap penyebab kecelakaan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi untuk memperbaiki sistem pengawasan dan keselamatan pelayaran.

Deretan Kecelakaan Kapal 2026 di Indonesia

Diketahui, tahun 2026 ini ada sederet kecelakaan kapal laut yang menjadi perhatian dan menyebabkan kerugian baik harta benda maupun jiwa di Indonesia.

Salah satunya adalah kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada 13 September 2026 di perairan Laut Jawa sekitar Masalembo. Kapal yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin itu terbalik dan terapung dalam posisi telungkup di tengah kondisi cuaca buruk.

Kapal tersebut membawa 243 orang. Hingga proses pencarian berlangsung, 107-108 orang dilaporkan selamat, enam orang meninggal dunia, sementara lebih dari 129 orang masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Baca juga:  Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Maju sebagai Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU

Sebelumnya, kecelakaan juga terjadi pada KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 15 Juli 2026. Kapal yang berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar itu mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam.

Dari total 74 orang dalam manifest, empat orang dilaporkan meninggal dunia. Dalam kasus tersebut, nakhoda juga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian.

Kecelakaan kapal lainnya terjadi pada KMP Putri Yasmin di jalur pelayaran Padang Bai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Kapal tersebut terbakar di tengah laut setelah api diduga dipicu muatan truk boks yang dibawanya. Sebanyak 212 orang dilaporkan selamat dan satu orang meninggal dunia.

Pada Agustus 2026, KM Mutiara Sentosa II juga mengalami kebakaran di laut. Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa dan memicu proses evakuasi terhadap penumpang serta awak kapal.

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru