Desa Terkini, Jakarta – Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menduga terdapat upaya sabotase secara struktural yang menghambat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Dugaan tersebut disampaikan Joao menyusul proses penempatan manajer Kopdes yang hingga kini belum rampung. Padahal, menurut dia, Agrinas siap menyerap dan menempatkan 13.000 hingga 15.000 manajer untuk mendukung operasional Kopdes.
Joao mempertanyakan hambatan yang membuat proses penempatan ribuan manajer tersebut belum berjalan cepat. Ia menyebut kewenangan penempatan manajer berada pada Kementerian Koperasi dan Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurut Joao, kedua pihak perlu bergerak lebih cepat agar kebutuhan manajer Kopdes segera terpenuhi.
“Ini kan manajer-manajer ini juga menjadi, akhirnya kan menjadi rame gitu. Apa sih susahnya gitu? Apa kendalanya gitu? Sudah kalau nggak ini, kasih saja kayak Agrinas, kasih nama-namanya, kasih kontaknya, kami kirim email, kami kirim ini. Gampang nggak perlu ada biaya-biaya,” ungkap Joao dalam unggahan Instagram resminya @bung.joaomota, Selasa 15 September 2026.
Joao juga menyoroti minimnya inisiatif dari pihak yang memiliki kewenangan dalam proses penempatan manajer Kopdes. Menurutnya, persoalan tersebut semestinya dapat segera dicarikan solusi tanpa terus dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai lambatnya proses penempatan manajer berpotensi menghambat pelaksanaan program Kopdes yang menjadi bagian dari agenda pemerintahan Presiden Prabowo.
“Ini semua kok sepertinya sedikit-sedikit harus dilempar ke Pak Presiden. Apa sih ini kendalanya gitu? Masalahnya cuman hanya menempatkan orang kok susah sekali gitu. Kayak saya nggak habis pikir gitu, itu ada apa? Ini adalah bentuk-bentuk sabotase gitu secara struktural gitu, karena tidak ingin melihat program Presiden yang sangat bagus ini bisa berjalan gitu,” pungkasnya.
Joao sebelumnya menyatakan Agrinas memiliki kesiapan untuk menyerap hingga 15.000 manajer Kopdes. Namun, proses penempatan tenaga pengelola tersebut masih menjadi persoalan yang dipertanyakan oleh pihak Agrinas.
Dugaan sabotase yang disampaikan Joao menjadi sorotan karena proses penempatan manajer berkaitan langsung dengan kesiapan operasional Kopdes di berbagai daerah. Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Joao belum merinci pihak yang menurutnya melakukan sabotase struktural maupun bentuk sabotase yang dimaksud.


