Desa Terkini, Makassar – Pemerintah memastikan stok beras nasional tetap aman meski sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau.
Tingginya produksi padi dalam beberapa bulan terakhir membuat cadangan beras pemerintah meningkat signifikan sehingga dinilai mampu menjaga pasokan dan mengantisipasi gejolak harga di pasaran.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Menurutnya, stok yang tersimpan di Perum Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga.
“Aman stok beras cukup. Saya minta ke Bulog, stoknya kebanyakan ada 5,2 juta, Harga sekarang lagi naik. Segera operasi pasar agar Harga bisa turun,” kata Zulhas usai menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakekornas) XXXV APINDO di Hotel Claro Makassar, Selasa 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, cadangan beras pemerintah yang mencapai sekitar 5,2 juta ton merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Persediaan tersebut disimpan di gudang Perum Bulog sebagai stok strategis untuk menjaga pasokan nasional sekaligus mengendalikan harga apabila terjadi gejolak di pasar.
Meski stok dinilai mencukupi, pemerintah mengakui harga beras di sejumlah daerah masih mengalami kenaikan.
Karena itu, Bulog diminta segera mempercepat operasi pasar dengan menyalurkan sebagian cadangan beras agar pasokan di tingkat konsumen meningkat dan harga kembali stabil.
Operasi pasar menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengendalikan inflasi pangan.
Melalui skema tersebut, beras dari cadangan pemerintah dijual kepada masyarakat dengan harga lebih terjangkau sehingga dapat menekan lonjakan harga di tingkat konsumen.
Selain mengandalkan Bulog, pemerintah daerah juga diminta berperan aktif melalui penyelenggaraan pasar murah yang disubsidi menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Saya minta bupati, walikota dan gubernur sebagian APBD subsidi buat pasar murah agar masyarakat kita yang lagi susah tidak dapat harga sembako mahal. Gubernur, Bulog saya minta turun operasi pasar,” lanjut Zulhas.
Pasar murah umumnya menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga di bawah pasar sehingga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.
Zulhas optimistis kombinasi antara cadangan beras pemerintah yang melimpah, operasi pasar Bulog, serta pelaksanaan pasar murah oleh pemerintah daerah mampu menjaga stabilitas harga pangan selama musim kemarau.
Gubernur Sulsel Apresiasi Apindo
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada APINDO yang telah memilih Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakekornas XXXV APINDO 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak karena Rakor APINDO digelar di Sulsel,” ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, kehadiran para pelaku usaha dari berbagai daerah menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Sulawesi Selatan sekaligus memperkuat peluang investasi di daerah.
“Kehadiran seluruh pengusaha dapat melihat potensi di Sulawesi Selatan. Pengusaha ini ada salah satu yang menentukan arah pembangunan nasional,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
“Kami Pemprov Sulsel juga turut andil dalam berkolaborasi dengan para pengusaha. Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo,” tuturnya.
Andi Sudirman menegaskan Sulawesi Selatan terbuka bagi investasi. Namun, setiap investasi yang masuk diharapkan tetap melibatkan pemerintah daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan.
“Kami terbuka di Sulsel untuk investasi. Tapi sharing harus dilakukan, tetap ada keterlibatan pemerintah daerah,” ungkapnya.


