28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

FH Unhas dan UNODC Bahas Kolaborasi Penegakan Hukum hingga Kejahatan Transnasional

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) menjajaki peluang kerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Regional Office for Southeast Asia and the Pacific dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas penegakan hukum.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan delegasi FH Unhas ke kantor UNODC di Bangkok, Thailand, Rabu 16 September 2026. Pertemuan membahas sejumlah isu hukum, mulai dari kejahatan transnasional, pemberantasan korupsi, hingga kejahatan yang berkaitan dengan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Delegasi FH Unhas dipimpin Dekan Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Riset, Inovasi, dan Alumni Prof. Birkah Latif, S.H., M.H., Ketua Departemen Hukum, Masyarakat, dan Pembangunan Dr. Andi Tenri Famauri, Sekretaris Departemen Hukum Internasional Dr. Kadarudin, serta dosen senior FH Unhas Dr. Laode M. Syarif.

Baca juga:  Di Unhas, Telkomsel Ungkap Talenta yang Dicari Industri di Tengah Maraknya Penggunaan AI

Dalam pertemuan itu, FH Unhas memperkenalkan kapasitas akademik dan kelembagaannya sekaligus memetakan bidang yang berpotensi dikembangkan bersama UNODC.

Dekan FH Unhas Prof. Hamzah Halim mengatakan, kerja sama dengan UNODC diharapkan dapat mempertemukan kapasitas pendidikan dan penelitian hukum dengan kebutuhan penegakan hukum.

“Kami melihat banyak ruang yang dapat dikembangkan bersama, terutama pada pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas yang memiliki relevansi langsung dengan persoalan penegakan hukum,” jelas Prof. Hamzah.

Sejumlah bentuk kolaborasi yang ditawarkan antara lain program magang mahasiswa, pelatihan profesional, penelitian bersama, seminar, dan pertukaran akademik.

FH Unhas juga membuka peluang keterlibatan ahli maupun pejabat UNODC dalam kegiatan akademik sebagai dosen tamu, pembicara, maupun pelatih.

Baca juga:  Ini Profil Prof Budu, Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dokter Mata-Pernah Lawan Prof JJ

Dalam bidang riset, FH Unhas memperkenalkan Research Center for Prosecution yang telah berdiri lebih dari satu dekade. Pusat riset tersebut menjadi wadah pengembangan kajian terkait penuntutan dan penegakan hukum.

Selain itu, FH Unhas memperkenalkan Research Center for Police Forces yang baru diresmikan. Pusat riset ini diarahkan untuk memperkuat kajian di bidang kepolisian.

Keberadaan kedua pusat riset tersebut dinilai dapat menjadi salah satu basis pengembangan penelitian berbasis bukti serta pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan institusi penegak hukum.

Prof. Hamzah mengatakan penguatan jejaring internasional perlu diarahkan pada kerja sama yang menghasilkan keluaran akademik dan kelembagaan yang jelas.

“Yang kami harapkan bukan hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan kegiatan yang dapat memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan institusi penegak hukum,” tambah Prof. Hamzah.

Baca juga:  Ekonomi Hijau Tak Cukup dengan Teknologi, Dubes Inggris Tekankan Peran SDM

Sebagai tindak lanjut penjajakan tersebut, FH Unhas mengundang tim UNODC untuk berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membahas lebih lanjut prioritas kerja sama yang dapat dijalankan kedua institusi.

UNODC merupakan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memiliki mandat membantu negara anggota menghadapi persoalan narkotika, kejahatan, dan terorisme.

Organisasi tersebut juga bekerja pada isu kejahatan terorganisasi transnasional, pemberantasan korupsi, pencegahan kejahatan, serta penguatan sistem peradilan pidana. Untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, kantor regional UNODC berkedudukan di Bangkok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer