34 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

PT Vale Salurkan 10,7 MW Listrik dari PLTA ke PLN untuk Warga Lutim

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – PT Vale Indonesia Tbk mengandalkan tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas total 365 megawatt (MW) untuk menopang kebutuhan energi operasi pertambangan dan pengolahan nikelnya di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tiga PLTA tersebut yakni Larona, Balambano, dan Karebbe yang memanfaatkan aliran Sungai Larona dari sistem Danau Matano, Mahalona, dan Towuti.

Dari listrik yang dihasilkan, sebanyak 10,7 MW disalurkan melalui jaringan PT PLN (Persero) untuk mendukung pasokan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Lutim.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation & Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, mengatakan keberlanjutan pembangkit hidro tersebut berkaitan erat dengan pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem di sekitar wilayah operasi.

Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi Kebijakan Energi yang digelar Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Selasa 15 September 2026.

“Menjaga hutan, menjaga daerah aliran sungai, dan menjaga kualitas air bukan hanya bagian dari komitmen lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan energi kami. Energi yang kami gunakan berasal dari alam, sehingga keberlangsungan operasi sangat bergantung pada kemampuan kami menjaga ekosistem tersebut,” ujar Abu.

Baca juga:  Ini Profil Prof Budu, Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dokter Mata-Pernah Lawan Prof JJ

Menurut Abu, PT Vale menerapkan sejumlah langkah untuk menjaga kualitas air dan keberlanjutan ekosistem. Di area pertambangan, air limpasan dikelola melalui kolam pengendapan atau sediment pond dan fasilitas pengolahan air sebelum dilepas ke badan air alami setelah memenuhi baku mutu lingkungan yang berlaku.

Pengelolaan air juga dilakukan dengan mengatur volume dan debit berdasarkan kondisi hidrologis, kebutuhan pembangkitan, serta keberlanjutan ekosistem danau.

Langkah tersebut menjadi perhatian khusus karena operasi pembangkitan listrik PT Vale bergantung pada ketersediaan sumber daya air. Perusahaan menyebut pengelolaan tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan ketahanan operasi terhadap variabilitas iklim dan perubahan kondisi hidrologis.

Selain mengandalkan energi hidro, PT Vale mengembangkan sejumlah program efisiensi energi dan pengurangan emisi dalam kegiatan operasionalnya.

Baca juga:  Qodari Ungkap Tiga Strategi Perluas Akses Listrik hingga Desa Terpencil

Program tersebut mencakup optimalisasi dan pelapisan kanal untuk mengurangi kehilangan air dan meningkatkan efisiensi pembangkitan, konversi ketel uap berbahan bakar minyak menjadi electric boiler, pengelolaan bijih untuk mengurangi kadar air sebelum proses pengeringan, serta peningkatan efisiensi sistem pengangkutan material.

Abu mengatakan pemanfaatan PLTA sebagai sumber utama listrik untuk proses pengolahan nikel di Sorowako turut memengaruhi intensitas emisi operasi perusahaan.

“Pemanfaatan PLTA sebagai sumber utama pasokan listrik untuk proses pengolahan nikel membantu operasi Sorowako mempertahankan intensitas emisi GRK yang relatif rendah dibandingkan sejumlah fasilitas pengolahan nikel saprolit sejenis di Indonesia,” kata Abu.

Pendekatan pengelolaan PLTA PT Vale tersebut mendapat perhatian dari Dewan Energi Nasional. Anggota DEN, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan pengelolaan pembangkit hidro di Sorowako dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan energi terbarukan dan ketahanan energi.

Baca juga:  Tambah Daya Listrik Lebih Murah, PLN Beri Diskon 50 Persen hingga 27 Juli

“Di tengah kondisi cuaca yang ekstrem saat ini, banyak pembangkit listrik tenaga air mengalami penurunan kemampuan produksi. Namun yang menarik, PLTA milik PT Vale tetap mampu beroperasi dengan baik. Ini menjadi lesson learned yang sangat penting mengenai bagaimana pengembangan dan pengelolaan PLTA dilakukan secara terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan kawasan tangkapan airnya,” ujar Sripeni.

Menurut Sripeni, ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan kapasitas pembangkit, tetapi juga kemampuan menjaga ekosistem yang menjadi sumber energi.

PT Vale menyatakan pengelolaan sumber daya air, pemanfaatan energi hidro, efisiensi energi, dan sejumlah program elektrifikasi menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung transisi energi dan pengurangan emisi dalam kegiatan pertambangan serta pengolahan nikel.

Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam forum kebijakan energi tersebut juga menjadi ruang untuk membahas pengembangan energi terbarukan dan penguatan ketahanan energi di Indonesia.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru