22.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Mengenal Program Kampung Iklim, Gerakan Desa Hadapi Climate Change

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Gorontalo – Perubahan iklim atau climate change semakin nyata dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya suhu udara, perubahan pola hujan, hingga meningkatnya risiko banjir, kekeringan, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi kondisi tersebut, pemerintah mengembangkan Program Kampung Iklim (ProKlim) yang berbasis pada partisipasi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Program yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini menjadi salah satu strategi nasional untuk mendorong aksi adaptasi terhadap dampak perubahan iklim sekaligus menekan emisi gas rumah kaca melalui berbagai kegiatan yang dilakukan langsung oleh masyarakat.

Berbeda dengan program lingkungan yang hanya berfokus pada penghijauan, ProKlim mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi sumber daya air, ketahanan pangan, pengurangan risiko bencana, hingga pemanfaatan energi terbarukan.

Baca juga:  DPRD Gowa Jadwalkan Ulang Rapat Pansus Hak Angket dengan Bupati, Ini Alasannya

Melalui program tersebut, masyarakat didorong menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan wilayahnya terhadap dampak perubahan iklim.

Dalam aspek adaptasi, ProKlim mendorong berbagai kegiatan seperti pembangunan sumur resapan, pemanenan air hujan, pertanian ramah lingkungan, pemanfaatan pekarangan, pencegahan penyakit akibat perubahan iklim, hingga penyusunan sistem kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.

Sementara pada aspek mitigasi, program ini mengembangkan pengelolaan sampah terpadu melalui bank sampah dan komposting, penghijauan, konservasi kawasan resapan air, efisiensi energi, serta pemanfaatan energi bersih seperti biogas dan tenaga surya.

Selain meningkatkan kualitas lingkungan, ProKlim juga bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat, membangun kelembagaan desa, serta mendukung target nasional penurunan emisi gas rumah kaca.

Baca juga:  Asesor UNESCO Beri Sinyal Positif Usai Revalidasi Geopark Maros-Pangkep

Pelaksanaan ProKlim diawali dengan identifikasi desa atau kelurahan yang memiliki potensi mengembangkan aksi iklim. Selanjutnya dilakukan proses verifikasi, pendampingan, hingga evaluasi oleh pemerintah. Lokasi yang berhasil menjalankan program secara berkelanjutan dapat memperoleh penghargaan mulai dari kategori Pratama, Madya, Utama hingga Trofi ProKlim Nasional.

Implementasi ProKlim telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya di Provinsi Gorontalo, yang saat ini mengembangkan 18 desa sebagai lokasi percontohan Program Kampung Iklim.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), PKK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga kelompok masyarakat untuk menyusun rencana aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Kegiatan yang dikembangkan di desa-desa tersebut antara lain pengelolaan sampah, penghijauan, perlindungan sumber mata air, konservasi tanah dan air, pencegahan kebakaran lahan, penguatan ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan energi ramah lingkungan, hingga pengurangan risiko bencana.

Baca juga:  Rachmat Gobel Wafat, Ini Jejak Karier Pengusaha, Menteri, hingga Wakil Ketua DPR RI

Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi salah satu ciri utama ProKlim karena isu perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga menyangkut pembangunan desa, pertanian, kesehatan, kehutanan, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Program Kampung Iklim, pemerintah berharap semakin banyak desa dan kelurahan mampu membangun ketahanan terhadap perubahan iklim melalui aksi nyata yang berkelanjutan.

Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, ProKlim diharapkan menjadi model pembangunan berbasis lingkungan yang tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru