Desa Terkini, Makassar – Proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep telah rampung setelah tim asesor melakukan penilaian selama empat hari di sejumlah geosite di Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Meski belum dapat mengungkap hasil evaluasi, berbagai apresiasi yang disampaikan Asesor UNESCO Soojae Lee terhadap warisan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, hingga tata kelola kawasan menjadi sinyal positif bagi Geopark Maros-Pangkep.
Soojae Lee berulang kali memuji kekayaan warisan geologi, keanekaragaman hayati, hingga warisan budaya yang dimiliki Geopark Maros-Pangkep. Bahkan, ia menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu tempat terbaik di dunia.
“Anda memiliki warisan geologi yang sangat luar biasa. Anda juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa. Jadi, Anda hidup di salah satu tempat terbaik di dunia,” kata Soojae Lee selepas rapat evaluator hari keempat di Rewako Coffe and Eatery, Rabu 31 Juli 2026.
Menurutnya, nilai lebih Geopark Maros-Pangkep tidak hanya terletak pada bentang alamnya, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan kawasan secara berkelanjutan.
Selama melakukan penilaian di berbagai geosite, Soojae Lee bersama rekannya Xiaoping Qiu (asesor asal China) mengaku terkesan dengan partisipasi masyarakat lokal yang aktif menceritakan kehidupan mereka sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap warisan geologi, hayati, dan budaya.
“Saya sangat terkesan dengan keterlibatan masyarakat lokal yang begitu kuat. Saat ini hubungan dan kolaborasi dengan masyarakat lokal sudah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.
Asesor UNESCO itu juga memberikan apresiasi terhadap tata kelola Geopark Maros-Pangkep. Menurutnya, badan pengelola berhasil membangun kolaborasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga sektor swasta.
Ia menilai model kolaborasi tersebut bukan sesuatu yang mudah diwujudkan. Banyak kawasan di dunia memiliki warisan alam yang berkualitas, namun belum mampu membangun sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan.
“Salah satu hal yang menarik dari badan pengelola Geopark Maros-Pangkep adalah mereka memiliki kemampuan khusus dalam membangun kerja sama dengan berbagai tingkatan pemangku kepentingan,” katanya.
Meski memberikan banyak apresiasi, saat ditanya awak media apakah Geopark Maros-Pangkep tetap bisa menyandang status UNESCO Global Geopark, Soojae Lee tetap menegaskan dirinya tidak dapat menyampaikan hal tersebut.
Menurutnya, evaluator hanya bertugas melakukan penilaian lapangan dan menyampaikan rekomendasi kepada UNESCO.
“Itu adalah pertanyaan yang cukup sulit. Sebagai evaluator, kami tidak dapat memberikan jawaban mengenai apakah sebuah geopark akan mempertahankan statusnya atau tidak,” tegasnya.
Namun, ia menyampaikan pernyataan dan sinyal optimistis terhadap pengelolaan kawasan tersebut.
“Namun saya melihat bahwa Geopark Maros-Pangkep merupakan geopark yang sangat baik. Jika seluruh upaya ini terus dilakukan secara berkelanjutan, maka tidak perlu terlalu mengkhawatirkan status tersebut. Yang terpenting adalah terus menjaga dan mengelola geopark ini dengan baik,” terangnya.
Soojae Lee menegaskan keputusan mengenai status UNESCO Global Geopark sepenuhnya berada di tangan dewan penilai UNESCO, bukan asesor lapangan.
“Kami hanya akan menyampaikan hasil evaluasi dan rekomendasi kami kepada UNESCO. Keputusan mengenai status UNESCO Global Geopark bukan berada di tangan kami. Keputusan tersebut akan ditetapkan oleh dewan atau badan penilai UNESCO yang berwenang,” tuturnya.
Berikut rangkuman titik-titik lokasi yang dikunjungi asesor UNESCO selama proses revalidasi Geopark Maros-Pangkep:
- SDN 2 Maros – Meninjau penerapan muatan lokal Geopark dalam kegiatan pembelajaran.
- Sekretariat Geopark Maros-Pangkep – Paparan pengelolaan dan pengembangan kawasan geopark.
- Biosite Hutan Primer Karaengta – Observasi habitat Macaca maura, satwa endemik Sulawesi Selatan.
- Geosite Bantimurung – Meninjau kawasan geologi, keanekaragaman hayati, dan interaksi dengan masyarakat.
- Taman Arkeologi Leang-Leang – Mengunjungi situs lukisan prasejarah dan kawasan karst.
- Geosite Rammang-Rammang – Menyusuri kawasan karst menggunakan perahu.
- Roti Maros Salenrang – Melihat keterlibatan UMKM binaan Geopark.
- Perjalanan Kereta Api Maros–Labakkang – Menikmati konektivitas menuju kawasan geopark di Pangkep.
- Pusat Informasi Geologi (PIG) Maros-Pangkep – Meninjau pusat edukasi geologi dan geopark.
- Biosite Tonasa Botanical Garden – Observasi konservasi flora.
- Site Bulu Sipong – Meninjau situs lukisan gua prasejarah.
- Geosite Bantimala – Mengamati singkapan batuan purba dan kompleks tektonik.
- Pulau Kapoposang – Meninjau geosite kepulauan, ekosistem laut, dan wisata bahari.
- SDN 12 Kapoposang – Melihat implementasi pendidikan berbasis geopark di pulau.
- Konservasi Penyu Kapoposang – Meninjau upaya pelestarian penyu.
- Lokasi pengenalan Web Spider Kapoposang – Observasi keanekaragaman hayati.
- Pulau Panambungan – Kunjungan ke kawasan kepulauan dalam jaringan Geopark.
- Makassar – Rapat penutupan (closing meeting) untuk merangkum hasil observasi sebelum penyusunan laporan kepada UNESCO.
Reporter : Andi Alfath



