23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Darije Kalezic Kembali ke PSM, Mengaku Terpanggil Selamatkan Juku Eja dari Masa Sulit

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Pelatih anyar PSM Makassar, Darije Kalezic, mengungkap alasan di balik keputusannya kembali menukangi Juku Eja meski klub sedang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari tunggakan gaji hingga sanksi larangan transfer dari FIFA.

Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu mengaku terdorong oleh ikatan emosional yang kuat dengan PSM serta keinginan membantu klub keluar dari masa sulit.

Menurut Darije, kondisi yang dihadapi PSM saat ini memang tidak mudah. Permasalahan internal yang terjadi membuat sejumlah pemain maupun staf memilih meninggalkan klub. Meski demikian, situasi tersebut justru menjadi alasan baginya untuk menerima tantangan kembali ke Makassar.

“Namun saya percaya satu hal. Saya berada di muka bumi ini adalah satu hal, dan saya percaya misi saya di dunia ini pada saat orang butuh pertolongan keluarga saya, teman saya, saya harus berada di tempat itu untuk memberikan pertolongan kepada mereka,” kata Darije saat konferensi pers di Makassar Creative Hub (MCH), Pantai Losari, Minggu 19 Juli 2026.

Baca juga:  Desa di Luwu Ini Bersiap Jadi Sentra Ekonomi Nelayan Lewat Kampung Nelayan Merah Putih

Darije menilai hubungan yang terjalin dengan PSM sejak periode pertamanya pada musim 2018/2019 menjadi faktor penting dalam keputusannya kembali. Ia mengatakan, arti sebuah persahabatan dan rasa kekeluargaan justru terlihat ketika menghadapi situasi yang sulit, bukan saat semuanya berjalan lancar.

“Pada saat semua berjalan baik dan indah mudah sekali terhubung dengan orang lain, namun persahabatan dan kekeluargaan kita juga masa-masa tersulit,” tuturnya.

Pengalaman yang pernah dirasakan bersama PSM pada 2019 juga membuatnya yakin menerima tawaran tersebut. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu klub yang pernah dibawanya meraih kesuksesan.

“Karena pengalaman saat saya berada di sini pada 2019 sama dengan orang-orang yang bekerja di PSM dan kalian fans-fans PSM Makassar saya ambil tantangan ini,” imbuh Darije.

Baca juga:  Pete-pete Laut Resmi Beroperasi, Warga Kepulauan Sangkarrang Kini Nikmati Transportasi Gratis

Sebagai bentuk komitmen, Darije mengaku rela meninggalkan keluarganya di Eropa demi mendampingi PSM selama tiga musim ke depan. Ia optimistis kebersamaan dengan seluruh elemen tim mampu membawa perubahan positif bagi klub.

“Saya tinggalkan keluarga saya di Eropa selama tiga tahun di sini saya percaya sama mereka orang-orang yang saya temani bekerja. Kita akan berusaha membuat perubahan, yang mana pemain-pemain muda tidak akan berpikir meninggalkan PSM Makassar,” paparnya.

Salah satu fokus utama yang ingin dibangun Darije adalah menciptakan lingkungan yang membuat pemain muda berkembang dan bangga membela PSM. Menurutnya, kesempatan bagi pemain muda merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan klub.

“Kita akan berusaha membuat perubahan, yang mana pemain-pemain muda tidak akan berpikir meninggalkan PSM Makassar. Waktu saya sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk berkembang. Untuk memulai karier mereka yang bagus di sepak bola,” jelasnya.

Baca juga:  Rachmat Gobel Wafat, Ini Jejak Karier Pengusaha, Menteri, hingga Wakil Ketua DPR RI

Ia mengingatkan bahwa pendekatan serupa pernah diterapkannya pada periode pertama melatih PSM. Saat itu, sejumlah pemain muda berhasil menembus tim utama dan berkembang menjadi pemain nasional.

“Terbukti dari pada hal tersebut adalah Asnawi, Rizki Eka, Arfan dan pemain-pemain yang lain. Mereka adalah pemain yang dapat kesempatan bersama saya. Saya yakin kita akan memberikan perubahan kepada pemain kita sehingga mereka merasa bangga,” ujarnya.

Diketahui, PSM Makassar harus menyelesaikan persoalan yang berujung pada sanksi FIFA. Klub dijatuhi larangan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode bursa transfer akibat tunggakan gaji kepada mantan pemain.

Hukuman tersebut mulai berlaku efektif sejak 22 Mei 2026 dan kembali menjadi perhatian menjelang dibukanya bursa transfer Super League 2026/2027. Meski demikian, Darije tetap optimistis PSM mampu melewati masa sulit dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru