Desa Terkini, Makassar – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Terminal Makassar Metro menyiapkan transformasi besar terhadap Terminal Regional Daya. Terminal yang selama ini berfungsi sebagai simpul transportasi penumpang akan dikembangkan menjadi pusat logistik dan terminal ekspedisi barang modern guna mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kemacetan di wilayah utara Kota Makassar.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset terminal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, pengembangan tidak hanya difokuskan pada peningkatan pelayanan bagi penumpang, tetapi juga menciptakan model bisnis baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun masyarakat.
“Ke depan kami merancang Terminal Regional Daya menjadi terminal ekspedisi atau terminal logistik. Sehingga tidak hanya sekadar naik turun penumpang,” ujar Elber, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan Terminal Regional Daya memiliki luas lahan sekitar 12 hektare. Namun, area yang saat ini digunakan untuk operasional terminal Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) baru berkisar satu hingga dua hektare.
Artinya, masih tersedia sekitar 10 hektare lahan yang dapat dikembangkan menjadi kawasan bisnis baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ini merupakan salah satu program yang sedang kami siapkan agar fungsi terminal tidak hanya melayani transportasi penumpang, tetapi juga menjadi pusat distribusi barang,” jelasnya.
Elber menilai pengembangan terminal logistik juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, khususnya dalam penataan kawasan perkotaan serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui konsep tersebut, aktivitas perusahaan ekspedisi yang selama ini tersebar di berbagai ruas jalan di kawasan utara Makassar akan dipusatkan di Terminal Regional Daya.
Selain menciptakan kawasan usaha yang lebih tertata, kebijakan itu diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini dipicu aktivitas bongkar muat kendaraan ekspedisi di sejumlah titik.
“Selama ini aktivitas ekspedisi cukup banyak berada di wilayah utara Kota Makassar dan menimbulkan gangguan lalu lintas. Ke depan kami ingin seluruh aktivitas ekspedisi itu dipusatkan di Terminal Daya sehingga lebih tertata,” katanya.
Menurut Elber, pengembangan terminal logistik akan menjadi fondasi model bisnis baru Perumda Terminal Makassar Metro yang tidak lagi hanya mengandalkan layanan terminal penumpang, tetapi juga berkembang sebagai pusat logistik, investasi, dan kawasan ekonomi yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.
Ia optimistis sektor logistik memiliki prospek yang sangat menjanjikan dan dapat menjadi bisnis utama perusahaan di masa mendatang.
“Kalau terminal ekspedisi ini berjalan, maka potensi bisnisnya sangat besar. Di sisi lain, kemacetan yang selama ini terjadi di empat kecamatan wilayah utara Kota Makassar juga bisa ditangani dengan lebih baik,” tambahnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Perumda Terminal Makassar Metro mulai melakukan sosialisasi kepada asosiasi perusahaan ekspedisi. Sejumlah pertemuan telah dilakukan dan dalam waktu dekat pembahasan lanjutan akan difokuskan pada rencana pemindahan aktivitas ekspedisi ke Terminal Regional Daya.
“Baru tahap sosialisasi dengan asosiasi. Setelah itu kami akan turun langsung kepada para pelaku usaha ekspedisi,” terangnya.
Tahapan sosialisasi selanjutnya akan melibatkan pemerintah kecamatan yang selama ini menjadi lokasi operasional perusahaan ekspedisi. Para pelaku usaha nantinya akan diundang untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme relokasi sekaligus pemanfaatan fasilitas yang tersedia di kawasan terminal.
“Kami ingin semua berjalan bersama, camat mengetahui prosesnya, pelaku usaha juga memahami lokasi yang disiapkan sehingga penataan bisa dilakukan secara bertahap dan saling mendukung,” jelas Elber.
Ia menargetkan proses relokasi mulai berjalan pada 2026 meski masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang perlu diselesaikan. Pihaknya optimistis pemindahan perusahaan ekspedisi dapat dilakukan secara bertahap hingga seluruh aktivitas logistik terpusat di Terminal Regional Daya.
Dalam skema yang disiapkan, pelaku usaha akan memanfaatkan kios maupun lahan yang disediakan melalui sistem sewa, disertai mekanisme retribusi sebagaimana operasional terminal pada umumnya.
“Pelaku usaha akan memanfaatkan fasilitas berupa kios maupun lahan yang disediakan melalui skema sewa, disertai sistem retribusi atau karcis sebagaimana operasional terminal pada umumnya,” tuturnya.
Selain mengembangkan terminal logistik, Perumda Terminal Makassar Metro juga menyiapkan sejumlah proyek investasi baru. Salah satunya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di lahan kosong yang berada di bagian depan Terminal Regional Daya.
Elber mengungkapkan rencana tersebut telah mendapat respons positif dari calon investor yang berminat membangun SPBU beserta fasilitas pendukung lainnya.
“Untuk area depan terminal sudah ada peminat yang ingin membangun SPBU berikut fasilitas pendukungnya. Jadi konsepnya mencakup seluruh fasilitas yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Di sisi kelembagaan, Perumda Terminal Makassar Metro juga tengah mempersiapkan perubahan status badan usaha menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda). Transformasi tersebut diharapkan memberikan ruang yang lebih luas dalam pengembangan investasi, memperkuat kerja sama bisnis, serta meningkatkan daya saing perusahaan.
Elber menuturkan pembangunan kawasan Terminal Regional Daya akan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026 hingga 2027. Sementara proses perubahan status menjadi Perseroda ditargetkan rampung pada periode 2027 hingga 2028.
“Setelah pembenahan tiga terminal utama yang dikelola Perumda Terminal Makassar Metro selesai dan transformasi menjadi Perseroda terealisasi, perusahaan akan melanjutkan ekspansi bisnis ke berbagai lokasi lainnya,” tukasnya.



