28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

LAZ Hadji Kalla Bina 66 Santri di Desa Mundan, 10 Tuntaskan Juz 30

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Enrekang – Pembinaan keagamaan di Desa Mundan, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 10 santri berhasil menyelesaikan sima’an hafalan Juz 30 setelah mengikuti program Tahfidz Camp yang digelar rutin oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla melalui Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS).

Program tersebut telah berjalan selama satu tahun dan diikuti 66 santri se-Desa Mundan. Kegiatan digelar setiap bulan selama dua hari, baik di lingkungan desa maupun sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Enrekang.

Dai Desa Bangkit Sejahtera LAZ Hadji Kalla di Desa Mundan, Ustaz Saenal Wahid, mengatakan Tahfidz Camp dirancang sebagai ruang pembinaan santri untuk menghafal Al-Qur’an sekaligus membangun karakter dan akhlak.

Dalam kegiatan tersebut, santri membawa tenda dan perlengkapan masing-masing. Selain menghafal Al-Qur’an, mereka mengikuti sejumlah agenda pembinaan, mulai dari tasmi’ atau sima’an hafalan, pembelajaran adab dan akhlak, tajwid, hingga praktik wudhu dan salat.

Baca juga:  Sudah 7 Hari Berkobar, Karhutla Gunung Latimojong Enrekang Meluas hingga Pos 6

Kegiatan juga diisi dengan ice breaking untuk membangun kekompakan antarsantri.

“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an. Tasmi’ atau sima’an dilakukan di hadapan para santri dan orang tua yang sempat hadir, sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak dalam menjaga dan menyelesaikan hafalannya,” ujar Ustaz Saenal.

Dari 66 santri yang mengikuti pembinaan, 10 di antaranya telah menyelesaikan sima’an hafalan Juz 30. Lima santri lainnya ditargetkan menyusul menyelesaikan sima’an pada bulan berikutnya.

Bagi santri yang berhasil menuntaskan hafalan, LAZ Hadji Kalla bersama pembina memberikan apresiasi melalui prosesi pemasangan mahkota kepada orang tua santri.

Prosesi tersebut menjadi simbol penghargaan atas perjuangan santri sekaligus bentuk penghormatan kepada orang tua yang mendampingi proses pendidikan anak.

Baca juga:  Asesor UNESCO Beri Sinyal Positif Usai Revalidasi Geopark Maros-Pangkep

Program Officer Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Muh. Syafei Karsali, mengatakan Tahfidz Camp merupakan bagian dari pembinaan keislaman yang dilakukan secara berkelanjutan di desa binaan.

“Melalui program ini, santri diharapkan tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh dengan adab, akhlak, dan pemahaman ibadah yang baik sehingga dapat menjadi generasi Qur’ani yang memberi manfaat bagi keluarga, lingkungan desa, dan masyarakat luas,” tuturnya.

Orang tua santri Desa Mundan, Jasman, mengatakan program tersebut memberikan perubahan dalam pembinaan hafalan Al-Qur’an di kalangan anak-anak desa.

Menurutnya, sebelum program tahfidz berjalan, belum ada anak-anak di Desa Mundan yang menghafal Juz 30. Setelah pembinaan berlangsung, sudah ada 10 santri yang mampu menyelesaikan tasmi’ satu juz sekali duduk.

Baca juga:  KALLA Ajak Anak Karyawan Kenali Dunia Kerja Lewat Little Explorers

“Dengan adanya kegiatan tahfidz yang dibentuk oleh Da’i dari LAZ Hadji Kalla, kami memberikan apresiasi yang sangat luar biasa. Bahkan prestasi yang paling membanggakan, sudah ada satu santri yang berhasil mengikuti lomba MTQ tingkat Tanah Toraja dan meraih juara 1. Santri tersebut juga diberi kesempatan mewakili Tanah Toraja pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Maros pada April lalu, untuk kategori Hifzhil Qur’an satu juz dan tilawah,” ujar Jasman.

Program pembinaan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di tingkat desa tidak hanya berfokus pada capaian hafalan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan belajar, kedisiplinan, dan karakter santri.

Lima santri yang saat ini masih dalam proses pembinaan ditargetkan menyelesaikan sima’an Juz 30 pada bulan berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer