28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Perwira, Sejumlah Kapolda Berganti

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak susunan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri. Sebanyak 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) mendapat mutasi berdasarkan tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.

Ketiga surat tersebut masing-masing bernomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Dari total personel yang terkena rotasi, sebanyak 344 orang mendapatkan promosi maupun penempatan pada jabatan baru. Sementara personel lainnya mendapat penugasan terkait pendidikan, penyelesaian pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.

Rotasi tersebut menyasar sejumlah posisi penting, baik di tingkat Mabes Polri maupun jajaran kepolisian daerah. Pergeseran jabatan dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, sekaligus menyesuaikan kebutuhan institusi terhadap perkembangan tantangan tugas kepolisian.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan karier di tubuh Polri.

Menurutnya, setiap penempatan telah mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta kompetensi dan pengalaman masing-masing personel.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” kata Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.

Baca juga:  Seragam Sekolah, Perizinan, dan Perceraian, Tiga Kasus yang Menyeret Bupati Gowa

Salah satu rotasi yang menempati posisi strategis terjadi pada jabatan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops).

Irjen Roycke Harry Langie yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara kini dipercaya menjadi Astamaops Kapolri. Ia menggantikan Komjen Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.

Posisi Kapolda Sulawesi Utara kemudian dipercayakan kepada Brigjen Yudo Hermanto. Sebelumnya, Yudo menjabat Karopaminal Divpropam Polri.

Pergantian Kapolda Papua Barat Daya dan Sejumlah Wakapolda

Rotasi juga menyentuh kepemimpinan Polda Papua Barat Daya. Brigjen Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Sementara Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru, yang sebelumnya memimpin Polda Papua Barat Daya, mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Baca juga:  Belum Genap 10 Hari, Kapolri Kembali Mutasi Ratusan Perwira, Ada Kakorlantas-Kapolda

Jabatan Wakapolda Riau selanjutnya diisi Brigjen Simson Zet Ringu, yang sebelumnya merupakan Wakapolda Gorontalo.

Posisi Wakapolda Gorontalo kemudian dipercayakan kepada Kombes Dedy Suhartono yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.

Pergantian juga berlangsung di Polda Maluku Utara. Brigjen D.I. Susetio Cahyadi dipercaya menjadi Wakapolda Maluku Utara menggantikan Brigjen Stephen Maleachi Napiun.

Stephen selanjutnya mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Sejumlah Jabatan Utama Mabes Polri Ikut Bergeser

Di lingkungan Mabes Polri, Irjen Jawari mendapat penugasan sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM).

Jawari menggantikan Irjen Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun.

Pergantian juga terjadi pada posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri. Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Irjen Ruslan Ependi.

Ruslan menggantikan Irjen Pol Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.

Sementara itu, Kombes Ian Rizkian Milyardin mendapat tugas sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri.

Ia menggantikan Kombes Yudi Arkara Oktobera yang mendapat penugasan baru sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.

Baca juga:  Profil dan Kekayaan Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Ditangkap KPK

Selain pergeseran jabatan struktural, mutasi kali ini juga mencakup penempatan personel pada sektor pendidikan dan pengembangan kompetensi.

Sejumlah Pati dan Pamen mendapat tugas untuk mengikuti maupun menyelesaikan pendidikan, termasuk penempatan sebagai Widyaiswara dan dosen di lingkungan Lemdiklat Polri.

Isir mengatakan para personel yang memperoleh jabatan baru diharapkan dapat segera beradaptasi dan menjalankan tanggung jawabnya secara optimal.

“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Isir, penyegaran melalui mutasi dan rotasi diharapkan tidak mengganggu kesinambungan pelaksanaan tugas. Sebaliknya, langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kemampuan Polri menghadapi tantangan ke depan.

“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer