35 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Dua Mahasiswa dari Sulsel Tembus Talenta Digital Terbaik IndonesiaNEXT 2026

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Dua mahasiswa asal Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan prestasi di tingkat nasional melalui program IndonesiaNEXT 2026 yang diselenggarakan Telkomsel. Andi Alya Inar Putri, mahasiswi Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas), meraih predikat Best Hustler IndonesiaNEXT 2026. Sementara Nur Hisma, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar (UNM), berhasil masuk dalam jajaran Top 24 talenta digital terbaik dalam program tersebut.

Prestasi itu diumumkan dalam IndonesiaNEXT Summit 2026 di M Bloc Space Simpati 5G Jakarta, Jumat 4 September 2026. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-10 IndonesiaNEXT dengan mengusung tema “AI Driven Digital Talents”.

Program tersebut diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), pengalaman industri, serta kemampuan berkolaborasi lintas disiplin dalam mengembangkan solusi digital.

Manager Mobile Consumer GTM and Channel Partnership Telkomsel Region Sulawesi Magdalena Irawati Ovi mengatakan capaian dua mahasiswa tersebut menunjukkan kemampuan talenta digital dari Sulawesi Selatan untuk berkompetisi di tingkat nasional.

“Kami bangga mahasiswa dari Sulawesi Selatan mampu bersaing dan menunjukkan kompetensinya di tingkat nasional. Prestasi yang diraih Andi Alya Inar Putri dan Nur Hisma membuktikan bahwa talenta digital dari Sulawesi memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem digital Indonesia di masa depan. Dengan melayani sepenuh hati, kami berharap upaya kami melalui IndonesiaNEXT dapat membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk ikut memajukan Indonesia.”

Baca juga:  Unhas Pastikan Mahasiswa Difabel Tetap Diprioritaskan di Tengah Renovasi Rusunawa dan Ramsis

Alya Raih Best Hustler

IndonesiaNEXT 2026 diikuti 8.916 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sejak program tersebut dimulai pada April 2026.

Peserta mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari seleksi, pelatihan, sertifikasi kompetensi hingga digital hackathon. Dari rangkaian tersebut, terpilih 24 talenta terbaik yang kemudian dibagi ke dalam delapan tim.

Setiap tim terdiri atas tiga peran utama dalam pengembangan produk digital, yakni Hacker, Hipster dan Hustler. Hacker berfokus pada pengembangan teknologi, Hipster pada pengalaman pengguna, sedangkan Hustler bertanggung jawab terhadap pengelolaan produk, strategi bisnis dan keberlanjutan solusi.

Andi Alya Inar Putri berhasil meraih penghargaan Best Hustler bersama Vania Winanda Aurellia dari Universitas Brawijaya dan Wahyu Oktiansyah dari Telkom University.

Kategori Hustler menilai kemampuan peserta dalam mengelola produk digital, menyusun strategi bisnis hingga memastikan solusi yang dikembangkan memiliki keberlanjutan.

Alya mengaku tidak menyangka dapat meraih penghargaan tersebut.

“Saya tidak pernah menyangka bisa meraih predikat Best Hustler IndonesiaNEXT 2026. Bagi saya, pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa dari Sulawesi Selatan mampu bersaing dan menunjukkan kapasitasnya di tingkat nasional. IndonesiaNEXT memberikan banyak pembelajaran, tidak hanya tentang bisnis digital dan AI, tetapi juga tentang kolaborasi, kepemimpinan, serta bagaimana mengubah ide menjadi solusi yang relevan bagi masyarakat. Saya berharap prestasi ini dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa di Sulawesi Selatan khususnya di Unhas untuk berani mencoba, mengambil peluang, dan terus mengembangkan kompetensi digitalnya”

Baca juga:  Rekonstruksi Jalan Lingkar Unhas Masuk Tahap Betonisasi, Pemprov Sulsel Kebut Penyelesaian

Sementara Nur Hisma menjadi salah satu dari 24 talenta digital yang berhasil bertahan hingga tahap akhir IndonesiaNEXT 2026.

Delapan Tim Presentasikan Solusi Berbasis AI

Sebelum IndonesiaNEXT Summit 2026, para peserta mengikuti offline bootcamp pada 1–3 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai ekosistem AI Telkomsel, pengembangan produk, kolaborasi lintas peran, etika profesional, perlindungan data hingga teknik presentasi. Peserta juga diperkenalkan secara langsung dengan lingkungan kerja industri teknologi.

Pada puncak kegiatan, delapan tim terbaik mempresentasikan solusi masing-masing. Penilaian mencakup pemahaman terhadap persoalan, kebutuhan pengguna, kualitas purwarupa, serta kelayakan penerapan dan keberlanjutan solusi.

Dari proses tersebut, dewan juri yang terdiri dari sejumlah industry expert menetapkan Scenaria sebagai Best Team.

Tim tersebut terdiri dari Atha Azzahra Khairun Nisa dari Universitas Brawijaya sebagai Hipster, Wahyu Oktiansyah dari Telkom University sebagai Hustler, dan Putera Nami Shiddieqy dari Universitas Sumatera Utara sebagai Hacker.

Scenaria dinilai memiliki solusi yang paling mampu menjawab kebutuhan industri melalui pemanfaatan AI yang relevan dan berpotensi diterapkan secara nyata.

Sementara untuk kategori individu, penghargaan Best Hacker diberikan kepada Putera Nami Shiddieqy dari Universitas Sumatera Utara, Muanai Khalifah Revindo Purba dari Universitas Sriwijaya dan Reno Syaelendra dari Universitas Trunojoyo.

Baca juga:  Jalan Santai Dies Natalis ke-70 Unhas Digelar 12 September 2026, Ini Jalur dan Parkir Alternatif

Kategori Best Hipster diraih Atha Azzahra Khairun Nisa dari Universitas Brawijaya, Radja Daffa Ramadhan dari Universitas Dian Nuswantoro dan Nanta Dwi Kurniawan dari Universitas Muhammadiyah Riau.

Adapun kategori Best Hustler diisi Andi Alya Inar Putri dari Universitas Hasanuddin, Vania Winanda Aurellia dari Universitas Brawijaya dan Wahyu Oktiansyah dari Telkom University.

Solusi yang dikembangkan para peserta mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan masyarakat. Isunya antara lain kesehatan mental, peningkatan kompetensi tenaga penjualan, pengelolaan limbah, pengembangan kepercayaan diri melalui AI coaching, serta optimalisasi sektor pangan dan perikanan berbasis teknologi AI.

Pemenang Akan Ikuti Benchmark ke Singapura

Setelah meraih penghargaan, Alya bersama pemenang IndonesiaNEXT 2026 lainnya akan mengikuti International Benchmark ke The Singapore Week of Innovation and Technology (SWITCH) pada 27–29 Oktober 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan bagi para talenta yang telah terpilih dalam IndonesiaNEXT 2026.

Memasuki tahun ke-10, IndonesiaNEXT disebut telah menjangkau lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi.

Program tersebut juga telah membekali lebih dari 9.000 peserta dengan sertifikasi berstandar industri dan menghasilkan 280 alumni terbaik.

Capaian Alya dan Nur Hisma sekaligus menempatkan dua perguruan tinggi Sulawesi Selatan dalam peta persaingan talenta digital tingkat nasional, di tengah meningkatnya kebutuhan kompetensi teknologi dan AI di dunia pendidikan maupun industri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru