28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Demo di PLN UID Sulselrabar, Mahasiswa Tuntut Kompensasi untuk Warga Terdampak

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar, Jalan Hertasning, Kota Makassar, Kamis 3 September 2026.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membakar ban bekas dan membentangkan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemadaman listrik bergilir. Salah satu spanduk yang dibawa bertuliskan, “TAGIHAN TAK PERNAH BERGILIR, TAPI LISTRIK DIPADAMKAN BERGILIR”.

GAM menyampaikan dua tuntutan dalam aksi tersebut. Pertama, mendesak PLN UID Sulselrabar segera menghentikan pemadaman listrik secara bergilir serta memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak.

Kedua, mahasiswa meminta General Manager PLN UID Sulselrabar dicopot dari jabatannya.

Jenderal Lapangan GAM, Akmal Yusran, mengatakan pihaknya memperoleh informasi bahwa kondisi kekeringan dan fenomena El Nino berdampak terhadap berkurangnya pasokan air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan pemadaman listrik secara bergilir.

Baca juga:  Tetap Laku! Kamar Homestay di Desa Kuta Tembus Rp2 Juta saat MotoGP Mandalika 2026

“Meskipun terdapat anggapan bahwa kondisi El Nino dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan pasokan listrik, alasan tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan pembenaran atas terjadinya pemadaman listrik secara bergilir. Hal ini mengingat sistem ketenagalistrikan tidak hanya bergantung pada pembangkit listrik tenaga air, tetapi juga didukung oleh berbagai jenis pembangkit lainnya,” tegasnya.

Akmal juga meminta PLN UID Sulselrabar mengevaluasi persoalan pemadaman listrik yang pernah terjadi pada 2023. Menurutnya, pengalaman tersebut seharusnya menjadi pembelajaran agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Mestinya, PLN UID Sulselrabar melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kejadian serupa yang terjadi pada tahun 2023, pada saat itu persoalan pemadaman listrik bergilir di Sulawesi Selatan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu eskalasi aksi massa. Pengalaman tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi PLN untuk meningkatkan pasokan listrik,” lanjutnya.

Baca juga:  Dua Hari Demo BBM, Mahasiswa Bawa Motor Bertuliskan “Habis Bensin” ke Kantor Pertamina Sulawesi

Tuntut PLN Berikan Kompensasi

Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, turut menyoroti dampak pemadaman terhadap masyarakat. Ia menilai PLN perlu memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak apabila pelayanan kelistrikan tidak memenuhi tingkat mutu pelayanan yang telah ditetapkan.

“Pemberian kompensasi merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak konsumen ketika pelayanan tenaga listrik tidak memenuhi tingkat mutu pelayanan yang telah ditetapkan. Konsumen pada prinsipnya memiliki hak untuk memperoleh kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Tuntutan mahasiswa tersebut muncul di tengah pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Pemadaman dilakukan PLN menyusul proses pemeliharaan sejumlah infrastruktur pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

PLN Bantah Pemadaman akibat Kekeringan

Sebelumnya, PLN UID Sulselrabar membantah anggapan bahwa pemadaman listrik bergilir di Makassar dan sejumlah wilayah sekitarnya disebabkan oleh kekeringan.

Baca juga:  UIM Perkuat Potensi Biring Ere Pangkep Jadi Desa Wisata Berbasis Agroindustri

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, mengatakan kondisi kemarau memang berdampak terhadap sejumlah PLTA. Namun, kondisi tersebut tidak berkaitan langsung dengan penyebab pemadaman bergilir yang berlangsung saat ini.

“PLTA terdampak kemarau, tapi bukan penyebab pemadaman.” tegasnya saat dihubungi Desa Terkini, Rabu 2 September 2026.

PLN menjelaskan pemadaman bergilir dilakukan sebagai konsekuensi dari pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan pada sejumlah fasilitas sistem Sulbagsel. Pemeliharaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan performa sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan dalam jangka panjang.

Proses pemeliharaan menyebabkan berkurangnya daya mampu pasok pada sistem kelistrikan Sulbagsel. Kondisi itu membuat PLN harus melakukan pengaturan beban secara bergilir di sejumlah wilayah Makassar dan sekitarnya.

Pengaturan beban dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus mempertahankan kestabilan sistem.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer