28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Bukan di Lapangan, Warga Desa di Kalbar Ini Gelar Upacara HUT RI di Lahan Bekas Karhutla

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Kalbar – Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Limbong, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Senin 17 Agustus 2026 berlangsung dengan cara yang tidak biasa karena dilakukan di lahan bekas kebakaran hutan dab lahan alias Karhutla.

Masyarakat bersama relawan pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Karang Taruna, dan sejumlah unsur lainnya mengikuti acara ini.

Pemilihan lokasi itu menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan mempertahankan kedaulatan negara, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan upaya melindungi masyarakat dari ancaman bencana.

Menghidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Kepedulian Lingkungan

Ketua Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, Juliansyah, mengatakan lokasi upacara sengaja dipilih karena memiliki pesan khusus.

Menurut dia, momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk mengajak generasi muda lebih aktif menjaga lingkungan, terlebih kondisi kemarau saat ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

“Tentunya ada pesan yang ingin kami sampaikan kepada generasi muda untuk bisa mempertahankan dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” kata Juliansyah.

Baca juga:  Anggota Wantimpres Prof Philip Widjaja Soroti Karhutla, Minta Pemerintah Utamakan Pencegahan

Ia menilai semangat perjuangan yang dahulu ditunjukkan para pahlawan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dapat diteruskan dalam bentuk perjuangan menjaga alam.

Kemarau Membuat Lahan Rentan Terbakar

Juliansyah menyebut kondisi musim kemarau membuat sejumlah lahan menjadi lebih mudah terbakar. Situasi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun petugas kebencanaan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya karhutla.

“Bagaimana kita menghadirkan semangat kemerdekaan itu untuk generasi muda, para relawan pemadam kebakaran, BPBD, dan lainnya, untuk peduli terhadap lingkungan dan melestarikannya,” ujar Juliansyah.

Upacara tersebut diikuti sekitar 150 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat, Karang Taruna, relawan pemadam kebakaran, BPBD, hingga pihak terkait lainnya.

Lebih dari 80 Titik Panas Terdeteksi

Kepala BPBD Kabupaten Kubu Raya, Harianto, mengapresiasi inisiatif Karang Taruna yang memilih lokasi bekas karhutla sebagai tempat pelaksanaan upacara.

Baca juga:  Karhutla Picu Pembatalan 7 Penerbangan di Bandara Sulhas, 1.070 Penumpang Terdampak

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi para petugas dan relawan yang masih bekerja menangani kebakaran hutan dan lahan.

“Perjuangan kita ini belum usai. Terus kita lanjutkan untuk membantu masyarakat dan menyelamatkan alam dari bencana kebakaran hutan dan lahan,” kata Harianto.

Harianto mengungkapkan, ancaman karhutla di Kubu Raya masih berlangsung. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lebih dari 80 titik panas terpantau di wilayah tersebut pada Senin.

Kondisi di lapangan juga tidak mudah. Petugas menghadapi keterbatasan sumber air akibat musim kemarau yang membuat debit air semakin berkurang.

“Rekan-rekan yang melakukan pemadaman dihadapkan pada minimnya air untuk melakukan pemadaman,” ujar Harianto.

Pemadaman Terkendala Akses Lokasi

Selain persoalan ketersediaan air, petugas juga menghadapi kendala akses. Sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau kendaraan sehingga proses pemadaman tidak dapat dilakukan dengan mudah.

Cuaca yang semakin kering juga meningkatkan potensi api menjalar ke wilayah lain, termasuk kawasan yang sebelumnya tidak dikenal sebagai daerah yang sering mengalami karhutla.

Baca juga:  Udara Makassar dan Sekitarnya Kategori Kurang Sehat, Gubernur Imbau Warga Sesuaikan Aktivitas

Untuk memperkuat penanganan, Satgas Udara BPBD Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan operasi pemadaman melalui udara atau water bombing di sejumlah wilayah Kubu Raya.

Harianto mengapresiasi dukungan BPBD Provinsi Kalimantan Barat dalam membantu penanganan kebakaran.

Selain water bombing, pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah untuk membantu mengatasi kondisi kekeringan dan mengurangi risiko kebakaran.

Luasan Karhutla 2026 Masih Didata

Hingga kini, BPBD Kubu Raya belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar sepanjang 2026.

Harianto mengatakan data mengenai luasan karhutla masih dapat mengacu pada Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (Sipongi).

Di tengah situasi tersebut, pelaksanaan upacara di lahan bekas karhutla menjadi simbol bahwa peringatan kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui perjuangan menjaga lingkungan.

Semangat mempertahankan Indonesia, dengan demikian, tidak berhenti pada sejarah perjuangan merebut kemerdekaan. Di tengah ancaman karhutla dan perubahan kondisi lingkungan, perjuangan itu juga hadir dalam bentuk menjaga alam dan melindungi masyarakat dari bencana.

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer