22.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Bappenas Sebut Revalidasi UNESCO Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola Geopark Maros-Pangkep

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Maros – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menegaskan revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Maros-Pangkep bukan sekadar upaya mempertahankan pengakuan internasional, melainkan momentum untuk meningkatkan tata kelola kawasan agar semakin profesional dan berstandar global.

Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas, Togu Santoso Pardede, mengatakan pemerintah pusat hadir mendampingi seluruh tahapan revalidasi sebagai bagian dari peran Bappenas yang menjadi Sekretariat Komite Nasional Geopark Indonesia.

Menurutnya, pendampingan dilakukan sejak penyusunan dokumen dossier, proses pengajuan ke UNESCO, simulasi revalidasi, hingga pelaksanaan penilaian lapangan oleh asesor UNESCO.

“Jadi ini adalah evaluasi berkala untuk UNESCO Global Geopark Maros yang memang di tahun keempatnya dievaluasi kembali apakah masih bisa mempertahankan status UNESCO Global Geopark,” katanya selepas Gala Dinner Revalidasi Unesco Global Geopark Maros-Pangkep, Selasa 28 Juli 2026.

Baca juga:  KMP Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makassar Dilalap Api, Operasi SAR Berlangsung

Ia menilai kawasan Maros-Pangkep merupakan anugerah yang diakui dunia karena memiliki kekayaan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang saling terhubung dalam satu kawasan.

Togu mencontohkan kawasan Bantimurung yang dinilai mampu menghadirkan tiga unsur utama geopark sekaligus, yakni geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity. Menurutnya, hal tersebut menjadi daya tarik yang membuat asesor UNESCO terkesan saat melakukan kunjungan lapangan.

“Maros-Pangkep memiliki keterkaitan geo, bio, dan culture. Itu diakui dunia. Oleh karena itu, ini merupakan warisan yang luar biasa dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedatangan asesor UNESCO juga menjadi kesempatan bagi pengelola untuk memperoleh berbagai rekomendasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan.

“Nanti kita akan mendapat masukan agar pengelolaan Maros-Pangkep bisa lebih profesional dan bertaraf internasional sesuai standar Global Geopark,” pintanya.

Baca juga:  Pemerintah Usulkan Skema Baru Biaya Haji 2027, Jemaah Cukup Bayar 40 Persen

Selain potensi kawasan, Togu mengaku terkesan dengan tingginya komitmen pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan geopark.

Menurutnya, asesor UNESCO melihat langsung keterlibatan pemerintah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten, organisasi perangkat daerah, akademisi, komunitas, masyarakat, hingga sektor swasta dalam pengelolaan geopark.

“Beliau heran dari gubernur sampai bupati, sampai ke bawah semuanya memahami tentang geopark. Ini yang menjadi kunci, yakni pemahaman, komitmen, dan kolaborasi semua pihak,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Togu juga menyampaikan bahwa pengelolaan geopark yang semakin baik berpotensi menarik perhatian pemerintah pusat maupun lembaga internasional untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan.

Ia optimistis, dengan komitmen dan kolaborasi yang telah terbangun, Maros-Pangkep memiliki modal kuat untuk mempertahankan status UNESCO Global Geopark sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Baca juga:  Rachmat Gobel Wafat, Ini Jejak Karier Pengusaha, Menteri, hingga Wakil Ketua DPR RI

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan keberhasilan mempertahankan status UNESCO Global Geopark sangat bergantung pada komitmen bersama dalam menjaga kawasan.

Ia mengakui selama empat tahun menyandang status UNESCO Global Geopark, pengelola masih terus belajar memperbaiki tata kelola, termasuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar manfaat geopark dapat dirasakan lebih luas.

“Semua yang paling utama adalah komitmen bersama kita untuk menjaga kawasan geopark ini. Setelah kawasan geopark ini bisa kita jaga dengan baik, insyaallah kita berharap pengelolaannya semakin bagus,” kata Chaidir.

Menurutnya, pemerintah daerah juga akan terus memperkuat pemberdayaan pelaku UMKM dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan secara profesional.

“Masukan dari pemerintah pusat, Bappenas, pemerintah provinsi, maupun tim validasi nantinya akan menjadi pelajaran bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan geopark ini,” ujarnya.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru