28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Konsumsi Pertalite Meningkat, Stok BBM Turun dari 21 Menjadi 16 Hari

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mengalami penurunan dari kondisi normal 20-21 hari menjadi sekitar 16-18 hari. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut peningkatan konsumsi akibat peralihan pengguna BBM nonsubsidi seperti Pertamax menjadi penyebab penurunan tersebut.

Bahlil menjelaskan, masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM dengan nilai oktan (RON) 92 dan RON 95 kini beralih ke Pertalite atau RON 90.

Pergeseran konsumsi itu dipicu selisih harga antara BBM nonsubsidi dan Pertalite yang dinilai semakin ekonomis bagi masyarakat.

“Yang terjadi pergeseran dari 16 ke 18 hari itu adalah RON 90 (Pertalite) Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting, yang tadinya orang pakai (RON) 92 dan (RON) 95 itu dishifting ke (RON) 90 karena harganya kan cukup berbedanya cukup ekonomis itu. Itu sebenarnya masalahnya,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 16 Oktober 2026.

Baca juga:  Antrean BBM Mengular di Sulsel, Pemprov Minta Pertamina Terapkan Ganjil-Genap

Meski stok Pertalite mengalami penurunan, Bahlil memastikan kondisi tersebut belum mengganggu ketahanan pasokan BBM nasional.

Menurut dia, stok yang tersedia saat ini masih berada dalam batas aman. Pemerintah juga menargetkan tingkat persediaan Pertalite kembali ke kondisi normal dalam waktu sekitar satu pekan.

“Tapi secara standar nasional, clear. Mungkin untuk mencapai di angka 20 itu, ya kita butuh waktu seminggu, seminggu selesai. Tapi di 16 sampai 18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal, enggak. Itu masih oke,” katanya.

Bahlil juga memastikan persediaan BBM nonsubsidi, mulai dari Pertamax RON 92, RON 95 hingga Pertamax Turbo RON 98, masih dalam kondisi aman.

Baca juga:  DPRD Sulsel Minta Harga Pakan Tak Naik, Bulog Ungkap Stok Jagung Capai 63 Ribu Ton

Hal serupa berlaku untuk BBM subsidi jenis solar yang disebut tidak mengalami persoalan pasokan.

“Kalau solar, RON 92, RON 95, RON 98, itu no issue, nggak ada masalah,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer