Desa Terkini, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka peluang bagi mahasiswa magister untuk memperoleh dua gelar akademik (double degree) sekaligus melalui kerja sama pendidikan dengan Toyohashi University of Technology (TUT), Jepang.
Kesempatan tersebut tersedia melalui program Twinning Program (Joint Degree) yang dijalankan Program Studi Magister Arsitektur Unhas bersama perguruan tinggi asal Jepang tersebut.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Adhi Nauval Hafizh Thaha. Ia telah dinyatakan lolos seleksi pada 17 Juli 2026 dan dijadwalkan menempuh pendidikan di Master’s Program of Architecture and Civil Engineering TUT selama Oktober 2026 hingga September 2027.
Ketua Program Studi Magister Arsitektur Unhas, Asniawaty, mengatakan mahasiswa peserta program tersebut telah tiba di Jepang sejak 10 Oktober 2026.
Setibanya di Jepang, para mahasiswa juga diterima langsung oleh Rektor Toyohashi University of Technology dalam upacara penyambutan mahasiswa internasional.
Program joint degree ini menggunakan skema pendidikan dua tahun. Mahasiswa menjalani tahun pertama perkuliahan di Unhas, kemudian melanjutkan tahun kedua di TUT, Jepang.
Melalui skema tersebut, mahasiswa berkesempatan memperoleh gelar magister dari kedua perguruan tinggi setelah memenuhi persyaratan akademik yang berlaku.
Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Fakultas Teknik Unhas, Edward Syarif, mengatakan kerja sama dengan TUT akan terus dikembangkan, termasuk membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh beasiswa penuh dari Pemerintah Jepang.
Menurutnya, dukungan beasiswa diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa berprestasi mengikuti program pendidikan internasional tanpa terkendala biaya.
Kerja sama Unhas dan Toyohashi University of Technology telah berlangsung sejak 2017. Kemitraan tersebut juga melibatkan Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Unhas.
Selain pertukaran mahasiswa, kolaborasi kedua perguruan tinggi mencakup peluang riset dan publikasi bersama, pertukaran dosen, serta penyelarasan kurikulum.
Asniawaty berharap semakin banyak mahasiswa Magister Arsitektur Unhas yang dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, pengalaman akademik di Jepang dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.
Kerja sama ini menjadi salah satu langkah Unhas dalam memperluas jejaring akademik internasional dan meningkatkan mobilitas mahasiswa melalui kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri.


