29 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

Unhas Diganjar Penghargaan dari Kemenko PM Berkat Kontribusi Pemberdayaan Desa

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih penghargaan sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Unhas dalam penguatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk dukungan pendidikan bagi kader potensial pemberdayaan desa.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Kamis 15 Oktober 2026.

Rakornas tersebut mengusung tema “Sinergi Implementasi Tri Dharma dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Inklusif, Berdampak dan Berkelanjutan”.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Fauzan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, serta perwakilan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Forum Rektor Indonesia (FRI), dan sejumlah direktur politeknik.

Dalam pembukaan Rakornas, Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan.

Dia menilai anggaran penanggulangan kemiskinan perlu diarahkan untuk memperluas akses pekerjaan, meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan memperkuat pendapatan masyarakat.

Menurutnya, bantuan sosial tetap dibutuhkan kelompok rentan, seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas. Sementara masyarakat yang memiliki kapasitas untuk mandiri perlu didorong melalui program pemberdayaan yang tepat sasaran.

Baca juga:  Zulhas Buka Peluang Kopdes Merah Putih Kembangkan Desa Wisata dan Desa Tematik

“Bantuan sosial tetap diperlukan bagi kelompok yang membutuhkan perlindungan, terutama lanjut usia dan penyandang disabilitas. Namun, masyarakat yang memiliki kapasitas untuk mandiri perlu mendapat dukungan pemberdayaan yang tepat sasaran,” kata Muhaimin, sebagaimana dikutip iNews.id.

Unhas Salurkan Beasiswa bagi Kader Potensial Desa

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa, diwakili Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Prof. Muhammad Arsyad

Arsyad mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap upaya sivitas akademika Unhas dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar utama tridarma perguruan tinggi.

Salah satu kontribusi yang dilakukan Unhas adalah memberikan bantuan biaya pendidikan dari dana abadi kepada mahasiswa yang juga merupakan kader potensial pemberdayaan desa.

“Salah satu kontribusi Unhas diwujudkan melalui pemberian bantuan biaya pendidikan yang bersumber dari dana abadi. Dukungan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang juga merupakan kader potensial pemberdayaan desa,” kata Arsyad.

Dia menyebut penghargaan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Unhas untuk meningkatkan kualitas program pengabdian dan pemberdayaan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, pemerintah, dan dunia industri.

Perkuat Program Desa Binaan

Selain penguatan akses pendidikan, Unhas juga berkomitmen mengembangkan program Desa Binaan untuk mendukung percepatan pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan.

Baca juga:  BBM Sulsel Masih Antre, Gubernur Soroti Nozel SPBU hingga Minta Tambahan Kuota

Program tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem serta Keputusan Menko PM Nomor 6 Tahun 2026 tentang Penetapan Lokasi Prioritas Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Arsyad mengatakan perguruan tinggi perlu menghadirkan program konkret yang mampu menerjemahkan kebijakan nasional sesuai kebutuhan masyarakat.

Pengembangan Desa Binaan Unhas akan mencakup sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, pertanian, peternakan, pangan, teknologi tepat guna, penguatan sosial budaya, hingga lingkungan.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengurangan kemiskinan dan kelaparan.

“Pengembangan Desa Binaan diharapkan berdampak pada percepatan pembangunan desa di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pertanian, peternakan, pangan, teknologi tepat guna, penguatan sosial budaya, dan lingkungan, menuju pencapaian SDGs, khususnya pengurangan kemiskinan dan kelaparan,” jelasnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, LPPM Unhas telah melakukan pemetaan awal terhadap potensi dan sumber daya yang dapat dilibatkan.

Seluruh fakultas, pusat penelitian dan pengembangan (Puslitbang), serta Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat diproyeksikan mengambil bagian dalam pengenalan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan desa.

Baca juga:  Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Untuk Kopdes Jadi Sorotan DPR, Menkop : Saya Tidak Tahu

Melalui pendekatan tersebut, Unhas berharap dapat mendorong pengembangan produk unggulan desa sekaligus membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat menyelesaikan persoalan pembangunan perdesaan.

Program Desa Binaan juga ditargetkan mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Kita berharap Unhas semakin melebarkan sayapnya untuk memiliki high impact on local community, terutama dalam penanganan persoalan pembangunan perdesaan. Artinya, universitas wajib bermanfaat bagi masyarakat lokal,” kata Arsyad.

Unhas Ikut Deklarasi Beasiswa Kader Desa

Dalam Rakornas tersebut, Unhas juga menandatangani Deklarasi Komitmen Perguruan Tinggi dalam Program Beasiswa bagi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Deklarasi yang dibacakan Rektor UKSW itu ditandatangani oleh 12 perguruan tinggi, termasuk Unhas.

Partisipasi tersebut mempertegas komitmen Unhas dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang berperan dalam pembangunan desa.

Penghargaan Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat diharapkan menjadi momentum bagi Unhas untuk memperkuat kontribusi terhadap pencapaian SDGs.

Kontribusi tersebut terutama berkaitan dengan SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer