34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Ini Penyebab Antrean Solar di Sejumlah SPBU Makassar, Pertamina : Kami Monitor Tiap Hari

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman angkat bicara terkait dengan persoalan antrean BBM jenis solar yang mengular di sejumlah SPBU di Kota Makassar akhir-akhir ini. Ia menyebut persoalan yang terjadi kemungkinan berkaitan dengan manajemen pendistribusian BBM di tingkat SPBU, bukan hanya karena kekurangan stok maupun kuota secara keseluruhan.

Ia menjelaskan, ketersediaan BBM perlu dilihat dari dua aspek berbeda, yakni stok dan kuota. Menurutnya, kondisi distribusi di masing-masing SPBU juga perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab antrean.

“Jadi begini, secara nasional ada penambahan (stok) dan tadi ada komitmen dari tim ESDM bahwa nanti di Sulawesi Selatan dijaminkan ada kuota penambahan dan kemudian jika nanti ada kurang satu wilayah, akan digeser dari satu wilayah ke wilayah lain,” kata Andi Sudirman setelah bertemu jajaran Kementerian ESDM dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel, Rabu 14 Oktober 2026.

Baca juga:  Menhub Pastikan Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik Dapat Refund 100 Persen

Ia mengatakan, pemerintah sejauh ini memastikan kuota BBM untuk Sulsel masih mencukupi. Namun, apabila terdapat persoalan di titik pengisian tertentu, distribusinya akan dievaluasi.

“Artinya, kita alhamdulillah sampai saat ini kuota cukup dan ini memang ada dua persoalan, ada stok, ada kuota. Kalau masalah per SPBU mungkin ada titik satu, mungkin kalau masalah distribusi akan dicek kembali,” ujarnya.

Menurut Andi Sudirman, persoalan distribusi perlu ditelusuri lebih lanjut. Sebab, kondisi tersebut berbeda dengan situasi ketika seluruh SPBU di satu wilayah mengalami persoalan pasokan secara bersamaan.

“Dan alhamdulillah sampai saat ini kita aman, ini hanya terkait manajerial terkait masalah pendistribusian,” tambahnya.

Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan terhadap SPBU setiap hari, baik pada pagi maupun sore hari.

Baca juga:  Sempat Bebas, Dokter di Gowa Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana JKN RS Syekh Yusuf

Ia menyebut penyaluran BBM dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Kami melakukan pemantauan setiap hari untuk pagi dan sore. Nanti kalau misalnya ada seperti itu bisa di-confirm ke kami. Tetapi pada prinsipnya, kami melakukan suplai sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Deny.

Deny menegaskan seluruh SPBU di Kota Makassar dan wilayah Sulsel masuk dalam pemantauan Pertamina untuk memastikan kebutuhan BBM tetap terpenuhi.

Dikesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian ESDM Rilke Jeffri Huwae menyatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk mengevaluasi kuota, stok hingga distribusi BBM. Pemerintah juga memastikan kebutuhan solar masyarakat di Sulsel, khususnya Makassar, akan dipenuhi.

Baca juga:  Kamar Suite hingga Miras Ditemukan di Lapas Cibinong, Ombudsman Ungkap Dugaan Bayaran dan Pungli

“Bukan berarti stok habis itu tidak ada stok, ada. Dan nanti segera kalau ini memang habis pasti akan didorong ke sana. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran kalau satu stok SPBU habis menjadi suatu kepanikan nasional atau kepanikan di sini, kalau satu SPBU habis stoknya itu mewakili seakan-akan Sulawesi Selatan itu habis. Tidak. Ini persoalan manajerial, nanti akan didorong itu,” tegasnya.

Di sisi lain, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian ESDM Komjen Pol Yudhiawan Wibisono meminta masyarakat tidak panik karena hasil koordinasi pemerintah dengan Pertamina menunjukkan stok BBM masih mencukupi.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer