Desa Terkini, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha meminta WNI tetap tenang, mengutamakan keselamatan, menghindari lokasi rawan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari otoritas setempat.
“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan, Minggu (11/10/2026).
Ichsan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menimbulkan keresahan.
Bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta mereka berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, dan mematuhi arahan keselamatan.
PPIU juga diharapkan memastikan kondisi jemaah tetap terpantau serta menyampaikan informasi terbaru secara berkala.
Sementara itu, jemaah yang belum berangkat diminta memantau perkembangan situasi, memastikan jadwal dan status penerbangan, serta berkoordinasi dengan PPIU terkait kesiapan keberangkatan.
“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” kata Ichsan.
Kemenhaj turut mengimbau WNI untuk mengikuti informasi resmi dari KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, dan Kementerian Luar Negeri.
Masyarakat diminta mengutamakan keselamatan serta mematuhi arahan otoritas setempat selama situasi keamanan di Timur Tengah masih berkembang.


