28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Milad ke-20 YBM PLN, 120 Ojol Dapat Servis Motor Gratis dan UMKM Dibina

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Sebanyak 120 pengemudi ojek online muslim mendapat layanan servis motor gratis melalui program Ojol Care yang digelar Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dalam rangka memperingati Milad ke-20.

Program tersebut berlangsung pada 24–25 September 2026 di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar).

Layanan servis motor diberikan untuk membantu pengemudi ojek online yang menjadikan sepeda motor sebagai sarana utama untuk memperoleh penghasilan. Perawatan kendaraan menjadi salah satu kebutuhan penting karena tingginya intensitas penggunaan kendaraan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Salah seorang penerima manfaat, Ina Kartini Syam (44), telah sekitar tujuh tahun menjalani profesi sebagai pengemudi ojek online di Makassar.

Setiap hari, Ina mengendarai sepeda motornya sejak pagi setelah mengantar putra semata wayangnya ke sekolah. Ia kemudian kembali menyusuri jalanan untuk mencari penghasilan hingga aktivitasnya selesai.

Menurut Ina, profesi sebagai pengemudi ojek online memberinya fleksibilitas dalam mengatur waktu sekaligus tetap menjalankan perannya sebagai ibu.

Baca juga:  Pelindo dan SPPI Bersatu Perkuat Sinergi Lewat Sosialisasi PKB Periode 2026-2028

Namun, pekerjaan tersebut juga memiliki tantangan, termasuk menghadapi pelanggan dengan beragam karakter serta kebutuhan perawatan kendaraan yang harus diperhitungkan dalam pengeluaran keluarga.

“Kalau jadi ojol, kita bertemu customer dengan berbagai macam karakter. Tapi saya tetap semangat mencari penghasilan. Yang paling membuat saya senang itu ketika pulang membawa uang atau makanan, lalu melihat senyum anak saya,” ujarnya.

Bagi Ina, bantuan servis motor menjadi dukungan tersendiri karena biaya perawatan kendaraan terkadang harus disesuaikan dengan kebutuhan keluarga lainnya.

Program Ojol Care menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-20 YBM PLN yang mengusung tema “Menebar Manfaat dan Membangun Kemandirian”.

Melalui program tersebut, YBM PLN menyalurkan dana zakat dalam bentuk dukungan yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi penerima manfaat.

Selain menyasar pengemudi ojek online, rangkaian kegiatan juga diarahkan pada penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga:  PLN UID Sulselrabar Respons Usulan Lisdes Gubernur, Desa Terpencil dan Kepulauan Jadi Prioritas

YBM PLN menghadirkan Expo UMKM yang melibatkan pelaku usaha dari sejumlah daerah binaan, yakni Desa Cahaya Lembanna Gowa, Desa Cahaya Kahayya Bulukumba, Desa Cahaya Bontojai Bone, Desa Cahaya Bonda Mamuju, Desa Cahaya Batulaya, serta Napo Polewali Mandar.

Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari makanan, minuman hingga kerajinan tangan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk yang dihasilkan melalui proses pendampingan.

Penguatan kapasitas pelaku usaha juga dilakukan melalui Program Gerai Cahaya. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk sharing session bersama Nurfadilah, S.M., M.M., Business Consultant yang berfokus pada pengembangan dan pemberdayaan UMKM di masyarakat.

Dalam sesi tersebut, Nurfadilah berbagi pengalaman, strategi bisnis, serta motivasi kepada pelaku UMKM binaan YBM PLN untuk mengembangkan usaha.

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan sekaligus Pembina YBM PLN UID Sulselrabar, Albert Safaria, mengatakan rangkaian Milad ke-20 menjadi momentum untuk memperkuat peran YBM PLN dalam menghadirkan program yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Baca juga:  Tabung Karya Vol. 5 GMTD, 45 Perempuan Disabilitas Belajar Batik Jumputan

“Perjuangan para pengemudi ojek online adalah cerminan ketangguhan. Semoga kegiatan kecil ini bisa meringankan beban mereka. Kami percaya berbagi kebaikan akan menghadirkan keberkahan dan cahaya kehidupan bagi semua,” ungkap Albert.

Albert mengatakan program YBM PLN dijalankan melalui dana zakat yang berasal dari pegawai muslim PLN.

“Seluruh program YBM PLN dapat berjalan berkat dana zakat pegawai muslim PLN yang dipotong 2,5 persen setiap bulan. Inilah bentuk komitmen kami, bukan hanya menunaikan kewajiban syariat, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Menurut Albert, tema “Menebar Manfaat dan Membangun Kemandirian” menjadi refleksi perjalanan YBM PLN selama dua dekade dalam mengelola dan menyalurkan zakat untuk berbagai program kemaslahatan masyarakat.

“Harapannya, manfaat yang diberikan tidak berhenti pada bantuan sesaat. Kami ingin setiap program dapat menjadi bagian dari proses untuk menguatkan, memberdayakan, dan membangun kemandirian masyarakat,” tutup Albert.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer