Desa Terkini, Makassar – PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) merespon pertemuan usulan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia untuk mempercepat elektrifikasi desa terpencil dan wilayah kepulauan.
BUMN setrum ini menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari survei pra-konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal hingga pemetaan lokasi, sebagai bagian dari Program Listrik Desa (Lisdes).
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, menegaskan PLN berkomitmen mendukung percepatan elektrifikasi hingga ke pelosok negeri.
“PT PLN (Persero) UID Sulselrabar berkomitmen penuh menghadirkan Energi Berkeadilan hingga ke pelosok negeri. Saat ini, fokus percepatan elektrifikasi di Provinsi Sulawesi Selatan diarahkan pada daerah-daerah pengembangan yang masih jauh dari jaringan listrik eksisting (grid). Penetrasi ini disesuaikan dengan kebutuhan sektor rumah tangga, pertanian, perkebunan, hingga fasilitas umum guna mendorong roda perekonomian lokal,” ujar Niki.
Meski demikian, menurutnya, upaya menghadirkan listrik ke seluruh wilayah Sulsel masih menghadapi tantangan geografis yang cukup kompleks. Masih terdapat sejumlah daerah, dusun, dan kampung yang akses jalannya harus melintasi kawasan hutan.
Selain itu, beberapa wilayah masih sangat terisolasi dan hanya dapat dijangkau menggunakan moda transportasi khusus, seperti motor modifikasi. Kondisi tersebut dijumpai di Kecamatan Seko dan Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara (Lutra)
Tantangan serupa juga dihadapi di wilayah kepulauan. Di Kabupaten Kepulauan Selayar terdapat 26 desa yang tersebar di kawasan kepulauan, sementara di Kabupaten Pangkep terdapat 27 desa yang tersebar di lebih dari 60 pulau.
Di tengah tantangan tersebut, PLN terus menyiapkan berbagai strategi agar pemerataan akses listrik tetap berjalan. Selain memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk mendukung pembebasan akses maupun logistik, PLN juga menghadirkan inovasi teknologi berupa PLTS individu SuperSUN.
“PLN telah menghadirkan solusi PLTS Individu SuperSUN, yang terbukti berhasil dan kini telah menyalakan berbagai fasilitas umum di daerah-daerah kepulauan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut percepatan Program Lisdes, PLN juga telah mengusulkan kepada KemenESDM pelaksanaan Survei Pra-Konstruksi untuk pembangunan PLTS Komunal. Tahapan ini menjadi fondasi penting sebelum pembangunan fisik dilakukan di lapangan.
Niki menjelaskan survei tersebut mencakup analisis potensi energi surya di lokasi, penyusunan studi kelayakan (feasibility study), pemetaan ketersediaan lahan, penentuan skema kelistrikan atau pembangkit yang paling tepat, hingga penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai acuan pelaksanaan proyek.
Menurutnya, percepatan elektrifikasi membutuhkan sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Sejalan dengan pertemuan Bapak Gubernur Sulsel bersama Bupati Pangkep dan Bupati Selayar dengan Menteri ESDM, PLN sebelumnya telah mengusulkan ke Kementerian ESDM untuk pelaksanaan Survei Pra-Konstruksi untuk PLTS Komunal Program Listrik Desa (Lisdes).,” terangnya.
PLN bersama KemenESDM menargetkan penuntasan elektrifikasi desa-desa terpencil dan wilayah kepulauan di Sulawesi Selatan dilakukan secara bertahap hingga 2029.
“PLN bersama Kementerian ESDM menargetkan penuntasan elektrifikasi desa-desa ini dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2029,” pungkas Niki.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengusulkan Program Listrik Desa untuk menjangkau desa-desa terpencil dan wilayah kepulauan agar masyarakat dapat menikmati akses listrik yang stabil selama 24 jam.
“Kami menyampaikan permohonan Listrik Desa (Lisdes) untuk desa terpencil dan kepulauan di Sulsel, termasuk Selayar dan Pangkep. Program ini merupakan prioritas Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian ESDM yang kami sambut dengan data puluhan ribu KK di Sulsel,” kata Andi Sudirman.
Reporter : Andi Alfath



