23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Hadapi Risiko Kebakaran di Kepulauan, Damkarmat Makassar Hadirkan API BAHARI

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar meluncurkan inovasi pelayanan publik bertajuk API BAHARI (Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir dan kepulauan dalam menghadapi kebakaran, operasi penyelamatan (rescue), serta berbagai kondisi darurat lainnya.

Kepala Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan API BAHARI merupakan strategi untuk membangun sistem penanggulangan kedaruratan yang lebih cepat, adaptif, dan melibatkan masyarakat secara aktif.

“API BAHARI atau Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir mengusung semangat Pesisir Tanggap, Komunitas Kuat, Makassar Aman,” kata Fadli, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan geografis Kota Makassar yang memiliki wilayah kepulauan, terutama Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Kondisi cuaca dan jarak tempuh yang cukup jauh kerap memengaruhi kecepatan petugas dalam menjangkau lokasi kejadian.

Karena itu, API BAHARI menempatkan masyarakat sebagai bagian dari sistem penanganan keadaan darurat, bukan sekadar penerima layanan.

“Melalui inovasi ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima layanan, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan keadaan darurat,” tambah Fadli.

Baca juga:  Bupati Barru Tekankan RPJMDes Jadi Peta Jalan Pembangunan Desa Delapan Tahun

Ia menjelaskan, warga di kawasan pesisir dan kepulauan selama ini menghadapi kendala ketika terjadi kebakaran maupun situasi darurat lainnya akibat terbatasnya akses terhadap layanan pemadam kebakaran. Untuk mengatasi hal tersebut, Damkarmat mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat agar mampu melakukan penanganan awal sebelum petugas tiba.

Sebagai bagian dari implementasi program, Damkarmat membentuk Relawan API BAHARI yang berasal dari masyarakat pesisir. Para relawan akan dibekali pelatihan secara bertahap, mulai dari pencegahan dan penanggulangan kebakaran, teknik penyelamatan (rescue), Bantuan Hidup Dasar (BHD), mitigasi bencana, hingga tata cara pelaporan kejadian yang cepat dan terkoordinasi.

“Juga, teknik penyelamatan (rescue), Bantuan Hidup Dasar (BHD), mitigasi bencana, hingga mekanisme pelaporan kejadian secara cepat dan terkoordinasi,” katanya.

Fadli berharap para relawan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan respons awal terhadap berbagai insiden di wilayah kepulauan sehingga potensi korban jiwa maupun kerugian materi dapat ditekan.

“Program ini mengedepankan kolaborasi. Pemerintah memberikan penguatan kapasitas, sementara masyarakat menjadi mitra aktif dalam menjaga keselamatan lingkungannya masing-masing,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkot Makassar Relokasi Pedagang Kelapa Muda Benteng Rotterdam ke Pasar Kampung Baru

Ia menambahkan, pelaksanaan API BAHARI disusun secara bertahap melalui sejumlah target jangka pendek, menengah, hingga panjang. Pada tahap awal, fokus diarahkan pada pembentukan Tim Efektif API BAHARI, pemetaan para pemangku kepentingan, pembentukan relawan di wilayah percontohan, serta sosialisasi dan pelatihan dasar bagi masyarakat pesisir.

Tahapan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.

“Pada jangka menengah, Damkarmat Makassar akan memperkuat implementasi program melalui peningkatan kapasitas relawan dengan pelatihan lanjutan dan simulasi berkala,” tuturnya.

Selain peningkatan kapasitas relawan, Damkarmat juga akan memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, serta unsur masyarakat untuk membangun sistem pelaporan kejadian darurat berbasis masyarakat yang lebih cepat dan efektif.

Pada fase tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan melakukan tindakan awal ketika terjadi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya sebelum bantuan utama tiba.

Dalam jangka panjang, API BAHARI menargetkan pembangunan Posko Pemadam Pesisir sebagai pusat layanan kedaruratan di wilayah kepulauan. Posko tersebut direncanakan dilengkapi dengan fire boat dan fire pump untuk mendukung percepatan operasi pemadaman maupun penyelamatan di kawasan pesisir dan pulau-pulau.

Baca juga:  Kelanjutan Bendungan Jenelata Masuk Tahap Konsultasi Publik, Penlok Diulang

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat waktu respons petugas sekaligus memperluas jangkauan pelayanan Damkarmat.

“Ini akan memperluas jangkauan layanan Damkarmat, serta meningkatkan perlindungan keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Fadli menegaskan, API BAHARI tidak hanya difokuskan pada penanganan kebakaran, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya sadar keselamatan melalui edukasi, pelatihan, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Melalui program ini, masyarakat pesisir diharapkan menjadi lebih tanggap, mandiri, dan memiliki kemampuan menghadapi berbagai situasi darurat. Di sisi lain, sinergi antara pemerintah dan masyarakat juga diharapkan semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keselamatan warga.

“Harapan kami, program perubahan ini tidak hanya berhasil diterapkan di wilayah kepulauan Kota Makassar, tetapi juga dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki karakteristik geografis,” tutup Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru