28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

PLN UID Sulselrabar Sebut PLTU Jeneponto Kembali Beroperasi, Mengapa Pemadaman Listrik Masih Terjadi?

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyatakan kondisi pasokan listrik pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi. Pemadaman listrik masih akan terjadi setelah 5 September 2026.

Kabar terbaru, satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto berkapasitas 125 megawatt (MW) telah kembali beroperasi dan mulai menyuplai listrik ke sistem.

Meski demikian, PLN menyebut daya mampu sejumlah pembangkit lainnya masih belum optimal. Kondisi tersebut membuat pengelolaan pasokan listrik pada Sistem Sulbagsel masih harus dilakukan secara hati-hati.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan mengatakan PLN terus mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia sekaligus menjalankan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.

Baca juga:  Komisi D DPRD Sulsel Tagih Kompensasi PLN UID Sulselrabar untuk Warga Terdampak Pemadaman Listrik

Dalam kondisi daya mampu pasok yang masih terbatas, pengaturan beban masih dapat dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi sistem secara real time.

“PLN memahami kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat dan pelanggan. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh petugas PLN terus bekerja dan melakukan percepatan penanganan agar kondisi kelistrikan dapat segera kembali normal.” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima desaterkini.id, Sabtu 5 September 2026.

Sebelumnya, General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menyampaikan pemulihan pembangkit terus dipercepat untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan sekaligus menekan dampak pemadaman terhadap masyarakat.

Pemadaman listrik yang terjadi sebelumnya berkaitan dengan proses pemeliharaan pembangkit pada PLTU IPP Jeneponto berkapasitas 125 MW. PLN ketika itu menargetkan pembangkit tersebut kembali beroperasi pada 5 September 2026.

Baca juga:  PLN UID Sulselrabar Dampingi UMKM Dua Desa di Majene, Fokus Tingkatkan Nilai Tambah Produk

Namun, Edyansyah menyebut pemulihan berpeluang berlangsung lebih cepat dari target yang ditetapkan.

“Untuk 125 Megawatt akan pulih di tanggal 5 (September 2026). Mungkin nanti bisa lebih cepat lagi di bulan September,” kata Edyansyah saat bertemu Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk membahas pemadaman listrik bergilir di Balai Kota Makassar, Selasa 1 September 2026.

Dengan kembali beroperasinya pembangkit 125 MW tersebut, PLN kini masih melakukan optimalisasi terhadap pembangkit lainnya untuk memperkuat kondisi sistem.

PLN juga meminta masyarakat tetap tenang selama proses pemulihan berlangsung. Edyansyah sebelumnya memastikan kondisi sistem kelistrikan masih dapat dikendalikan.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat untuk meyakini bahwa kondisi sistem masih tetap bisa kita kendalikan,” tegasnya.

Baca juga:  PLN UID Sulselrabar Respons Usulan Lisdes Gubernur, Desa Terpencil dan Kepulauan Jadi Prioritas

Perkembangan kondisi kelistrikan dan informasi mengenai wilayah yang terdampak dapat dipantau masyarakat melalui PLN Mobile maupun kanal informasi resmi PLN, termasuk WhatsApp Channel PLN ULP di masing-masing wilayah.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer