23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

PLN UID Sulselrabar Dampingi UMKM Dua Desa di Majene, Fokus Tingkatkan Nilai Tambah Produk

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Majene – Upaya memperkuat ekonomi desa melalui Program Reforma Agraria terus didorong di Kabupaten Majene.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Majene untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dua desa penerima program reforma agraria.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rumah BUMN PLN Majene yang mengikuti Rapat Ekspose Data dan Perencanaan Kerja Sama Akses Reforma Agraria di Kecamatan Pamboang, Selasa 21 Juli 2026.

Pada 2026, Program Reforma Agraria di Majene dipusatkan di Desa Limbua, Kecamatan Sendana, dan Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang.

Berdasarkan data BPN, terdapat sekitar 200 kepala keluarga di dua desa tersebut. Sebanyak 66 persen telah menerima sertifikat tanah hasil redistribusi, sementara 34 persen lainnya memperoleh sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Baca juga:  PLN Percepat Program Listrik Desa, Target 5.700 Desa Berlistrik hingga 2029

Kepala Kantor BPN Kabupaten Majene, Muhammad Ilham Yamin, mengatakan reforma agraria tidak hanya bertujuan memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah, tetapi juga memastikan lahan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan akses ekonomi.

“Kami mengapresiasi dukungan PLN UID Sulselrabar melalui Rumah BUMN Majene yang turut mengambil peran dalam Program Reforma Agraria. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan usaha sehingga tanah yang telah memiliki kepastian hukum dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Ilham.

Ia menjelaskan, mayoritas warga di Desa Limbua dan Desa Bonde Utara masih memiliki pendapatan di bawah Rp2 juta per bulan.

Berbagai tantangan masih dihadapi pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan modal, kapasitas produksi yang rendah, akses pemasaran yang terbatas, hingga kelembagaan usaha yang belum kuat.

Baca juga:  HUT Ke-58, PT Vale Genjot Hilirisasi, Lingkungan, dan SDM di Morowali

Padahal, kedua desa memiliki potensi ekonomi yang besar. Desa Bonde Utara dikenal sebagai kawasan perikanan tangkap, sedangkan Desa Limbua menjadi salah satu sentra produksi bawang merah di Kabupaten Majene.

Namun, sebagian besar hasil produksi masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat belum maksimal.

Manager Rumah BUMN PLN Majene, Haidir Ali, mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan menyeluruh agar pelaku UMKM desa mampu meningkatkan daya saing usahanya.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Rumah BUMN PLN Majene akan mendampingi masyarakat mulai dari pembentukan kelompok usaha, fasilitasi legalitas usaha seperti NIB dan PT Perorangan, hingga pengurusan sertifikasi produk, seperti Izin Edar, Sertifikasi Halal, dan HKI Merek. Kami juga akan memperkuat kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendampingan UMKM, sekaligus mendorong hilirisasi produk melalui pendampingan kemasan, digitalisasi usaha, dan perluasan akses pemasaran agar produk lokal memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” kata Haidir.

Baca juga:  Bosowa Peduli Edukasi Warga Kelola Sampah Organik dan Nonorganik Secara Produktif

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menilai kolaborasi antara PLN dan BPN menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan UMKM.

“Kami berharap Program Reforma Agraria ini mampu menyatukan berbagai instansi untuk bersama-sama mengambil peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PLN melalui Rumah BUMN siap mendukung penguatan kapasitas UMKM agar pemanfaatan tanah yang telah dimiliki masyarakat dapat memberikan nilai tambah dan mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi di Desa Limbua dan Desa Bonde Utara,” ujarnya.

Edyansyah menambahkan, Rumah BUMN PLN Majene hingga kini telah membina 922 UMKM di Kabupaten Majene.

Program pendampingan tersebut terbuka bagi pelaku usaha tanpa dipungut biaya sebagai upaya mendorong lahirnya UMKM yang lebih berdaya saing dan mampu menggerakkan perekonomian desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru