35 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Kebakaran Sade Jadi Alarm, DPR Dorong Audit Keselamatan Desa Adat

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat perhatian dari Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah.

Politikus yang akrab disapa Erma itu meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga segera memulihkan kehidupan masyarakat terdampak sekaligus melakukan audit keselamatan terhadap desa-desa adat di seluruh Indonesia.

Menurut Erma, kebakaran di Desa Adat Sade bukan sekadar musibah bagi masyarakat setempat, melainkan juga kehilangan bagi bangsa karena yang terdampak adalah warisan budaya yang telah dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.

“Kami prihatin dengan kebakaran yang melanda Desa Adat Sade. Ini bukan hanya duka bagi masyarakat Suku Sasak, tetapi juga kehilangan bagi Indonesia karena yang terdampak bukan sekadar rumah warga, melainkan bagian dari warisan budaya yang hidup dan diwariskan lintas generasi,” kata Erma di Jakarta, Senin 24 Agustus 2026.

Baca juga:  Kemensos Mulai Uji Skema Bansos via Kopdes Merah Putih di 900 Titik

Pemulihan Warga Harus Menyeluruh

Erma meminta pemerintah memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Kebutuhan tersebut meliputi hunian sementara, pangan, sandang, air bersih, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial.

Selain itu, ia menilai pemulihan ekonomi warga juga perlu menjadi perhatian utama. Sebab, sebagian besar masyarakat Desa Adat Sade menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata, kerajinan, dan aktivitas perdagangan yang berkaitan dengan keberadaan desa wisata tersebut.

“Pemulihan tidak boleh berhenti pada membangun kembali rumah. Kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat harus dipulihkan,” ujarnya.

Erma menekankan proses rekonstruksi Desa Adat Sade harus dilakukan secara hati-hati agar karakter kawasan, arsitektur tradisional, tata ruang, serta nilai budaya masyarakat Sasak tetap terjaga.

Baca juga:  Dana Desa 2027 Jadi Rp77 Triliun, Ekonom Unhas Ingatkan Risiko Kewajiban Untuk Kopdes

Ia menilai pelibatan masyarakat adat dan para ahli kebudayaan menjadi langkah penting agar proses pemulihan tetap mempertahankan keaslian warisan budaya tersebut.

Audit Keselamatan Desa Adat

Lebih jauh, Erma mendorong pemerintah melakukan audit keselamatan terhadap desa-desa adat di berbagai daerah, terutama yang memiliki bangunan tradisional berbahan mudah terbakar.

Langkah ini dinilai penting sebagai upaya mitigasi untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di kawasan desa adat lainnya.

Sebagai contoh, Erma menyebut Desa Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang terkenal dengan rumah adat Mbaru Niang dan pernah meraih penghargaan UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation pada 2012.

“Jangan menunggu desa adat lain terbakar baru kemudian kita melakukan evaluasi. Pemerintah harus melakukan pencegahan sekarang. Sade harus dipulihkan, tetapi yang lebih penting adalah memastikan tragedi serupa tidak terjadi di desa adat lainnya,” pungkas Erma.

Baca juga:  Hadapi Risiko Kebakaran di Kepulauan, Damkarmat Makassar Hadirkan API BAHARI

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru