34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Ribuan Massa Geruduk Kantor Bupati Gowa Tolak Penonaktifan Pejabat, Husniah Diminta Mundur

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Ribuan warga dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terkait penonaktifan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintahan.

Massa aksi mendatangi Kantor Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Senin 24 Agustus 2026. Mereka memprotes kebijakan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang yang disebut menonaktifkan 16 pejabat, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa.

Sebelum bergerak ke Kantor Bupati Gowa, massa terlebih dahulu menggelar aksi di Gedung DPRD Kabupaten Gowa.

Massa Sempat Coba Terobos Kantor Bupati

Situasi memanas ketika sebagian massa berusaha menerobos masuk ke area Kantor Bupati Gowa. Massa berteriak menyampaikan aspirasi dan meminta Husniah Talenrang keluar menemui mereka.

Pengunjuk rasa mendesak bupati memberikan penjelasan secara langsung mengenai alasan pembebastugasan para pejabat tersebut.

Sejumlah spanduk juga dibentangkan dalam aksi. Salah satunya bertuliskan “SK PLT Cacat Hukum”. Massa lainnya membawa tulisan “Cabut SK Pencabutan bagi Pejabat Nonjob”.

Untuk mengantisipasi situasi, ratusan personel Polresta Gowa disiagakan di sekitar lokasi. Polisi juga melakukan pengamanan dan menutup sementara ruas Jalan Masjid Raya untuk menjaga ketertiban selama demonstrasi.

Baca juga:  Di UIM, Nusron Wahid Ungkap Alasan Syekh Yusuf Layak Disebut Ulama Rabbani

Husniah Bantah 16 Pejabat Dinonjobkan

Husniah kemudian menemui massa aksi. Namun, ia membantah istilah nonjob yang digunakan pengunjuk rasa.

“Bukan nonjob sebanyak 16 orang tapi pembebastugasan sementara,” semuanya berjumlah 7, tidak ada enam belas orang,” kata Husniah.

Ia menjelaskan bahwa pejabat yang dibebastugaskan sementara tersebut merupakan ASN yang sebelumnya telah melalui proses evaluasi.

“Tentunya telah kami evaluasi,” tegasnya saat berbicara di belakang barisan polisi yang mengamankan demonstrasi.

Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi dari massa aksi yang sejak awal menuntut kejelasan mengenai kebijakan tersebut.

Pejabat Pemkab Gowa Naik ke Mobil Komando

Sekretaris Daerah Gowa Andi Azis Peter turut menyampaikan pendapatnya kepada massa aksi. Selain itu, Sekretaris DPRD Gowa Andi Idil Hafid, Kepala BPKAD Gowa Mahmud, dan Kepala BKPSDM Gowa Indra Said juga hadir di lokasi.

Ketiganya kemudian naik ke atas mobil komando untuk menemui massa dan menyampaikan sikap mereka.

Jenderal lapangan aksi, Indra, mengatakan demonstrasi tersebut diikuti ribuan masyarakat yang datang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.

“Alhamdulillah, begitu antusias masyarakat Gowa untuk hadir menyampaikan aspirasinya, pendapatnya dimuka umum,” kata Indra.

Baca juga:  Konflik Timur Tengah, MUI Desak Pemerintah Lindungi WNI di Arab Saudi

Menurutnya, salah satu tuntutan utama massa adalah meminta Husniah Talenrang mundur dari jabatannya sebagai Bupati Gowa.

“Hari ini teman-teman masyarakat Gowa hadir menuntut Bupati Gowa segera mundur dari jabatannya,” ujarnya.

Massa Nilai Kebijakan Penonaktifan Tergesa-gesa

Indra menilai kebijakan pembebastugasan sejumlah pejabat dilakukan tanpa prosedur yang semestinya. Ia menyebut keputusan tersebut diambil secara tergesa-gesa dan berpotensi menimbulkan persoalan dalam pemerintahan.

“Kami anggap bahwa keputusan ini sangat diambil secara sporadis, sangat tergesa-gesa, dan sangat tidak adil untuk masyarakat Gowa,” katanya.

Ia juga mengkhawatirkan kebijakan tersebut berdampak terhadap pelayanan publik di Kabupaten Gowa.

“Bayangkan pelayanan hari ini tidak bisa melayani masyarakat secara maksimal,” ujarnya.

Selain itu, massa mempertanyakan dasar hukum dan proses pemeriksaan terhadap para pejabat yang disebut dinonaktifkan.

“Teman-teman OPD belum pernah diperiksa sebelumnya. Belum pernah diperiksa terkait persoalan pelanggaran. Pelanggaran disiplin berat apa yang dimaksud? Kemudian mereka langsung dinonaktifkan,” katanya.

Indra mengatakan jumlah pejabat yang disebut dinonaktifkan berdasarkan informasi yang diterima massa mencapai 16 orang.

“Kurang lebih sekitar 16 dari informasi yang kami peroleh,” ungkapnya.

Baca juga:  Andi Sudirman soal Husniah Jadi Tersangka: Selama Belum Ditahan Tetap Jalankan Tugas

Menurut Indra, sejumlah pejabat yang disebut masuk dalam daftar pembebastugasan juga memberikan dukungan terhadap aksi masyarakat.

“Kami telah mendapatkan informasi bahwa dia juga mensupport aksi unjuk rasa ini dan juga mendoakan masyarakat Gowa agar kemudian kebenaran harus menemukan jalannya,” katanya.

Massa Minta Husniah Mundur

Ketegangan juga sempat terjadi di tengah aksi. Indra menyebut sejumlah peserta demonstrasi bahkan terbawa emosi dan mendesak Husniah segera meninggalkan jabatannya.

“Tadi ada masyarakat yang emosi, ibu-ibu dengan beberapa bapak-bapak ini sangat emosi, ingin rasanya ingin menjambak rambutnya Bupati Gowa untuk segera keluar untuk meninggalkan jabatannya,” ujarnya.

Ia kemudian meminta Husniah mempertimbangkan desakan masyarakat yang menginginkan dirinya mundur.

“Saya meminta kepada bupati Gowa agar sedikit tahu malulah. Untuk segera meninggalkan posisinya sebagai Bupati Gowa karena rakyat hari ini tidak senang lagi,” tegasnya.

Indra mengatakan aksi tersebut tidak hanya dipicu oleh persoalan pembebastugasan pejabat, tetapi merupakan akumulasi keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Gowa.

“Aksi ini terkait persoalan kemarahan masyarakat Gowa atas isu-isu yang berkembang selama ini,” pungkasnya.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer